Logo Header Antaranews Makassar

Pemerintah Rencanakan Suplai Sapi di Buli Sidrap

Selasa, 15 September 2009 20:33 WIB
Image Print

Sidrap, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Pemerintah pusat berencana akan mengalokasikan jenis sapi potong untuk dikembangbiakan di peternakan PT Berdikari United Livestock (BULI) yang terletak di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi selatan.

Direktur PT BULI, Syamsul Bahri, saat ditemui wartawan di Sidrap, Selasa mengatakan, rencana pengembangbiakan sapi potong tersebut diperkirakan akan mencapai hingga 80 ribu ekor dan akan direalisasikan secara bertahap.

"Setiap tahun 10 ribu ekor, sehingga kalau 80 ribu, berarti butuh delapan tahun," kata Syamsul.

Syamsul mengatakan, saat ini jenis sapi yang diternakkan di PT BULI adalah jenis Brahman Cross dan Sapi induk Bali dan Sulawesi Selatan dengan pupulasi mencapai 5.300 ekor, serta induk sebanyak 2000 ekor.

Sapi Brahman Cross memiliki daya adaptasi yang tinggi karna telah diberi perlakuan khusus sejak lahir oleh para dokter hewan serta insinyur peternakan dan tenaga ahli yang diperkerjakan PT BULI. Disamping itu, pakan ternak diberikan dengan seleksi yang ketat.

Menurut Syamsul, saat ini Indonesia masih kekurangan 400 hingga 500 ekor sapi per tahun, untuk mengatasi keterbatasan stok daging sapi dalam negeri, selain rencana pengembangbiakan sapi potong di PT BULI hingga 80 ribu ekor, pemerintah juga perlu menghidupkan kembali program Panca Usaha Ternak Potong (PUTP) sebagaimana pernah diterapkan di Zaman Orde Baru lalu.

Saat itu, setiap masyarakat yang dinilai memiliki kemampuan melakukan kegiatan ternak sapi diberikan lima ekor sapi. Program ini diharapkan dapat mewujudkan swasembada daging di Indonesia. Hanya saja, dalam perjalanannya program mandek karena peternak mengaku banyak kehilangan sapi karena kecurian.

Syamsul Bahri, mengungkapkan, rencana pemerintah pusat melakukan pembiakan ternak hingga 80 Ribu ekor di PT BULI, telah mendapat persetujuan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Kebijakan ini kata Syamsul, diharapkan akan mengatasi kekurangan daging sapi potong di Indonesia, termasuk ketersediaan bibit sapi potong yang baik.

Menyongsong rencana tersebut, pihaknya kata Syamsul Bahri, telah melakukan antisipasi termasuk kemungkinan dilakukan perubahan sistem pembiakan yang selama ini dilakukan melalui dua cara, yakni perumputan (grassing) dan feed lot (kandang). Kebijakan feedlot akan ditempuh bila 80.000 sapi tersebut telah sepenuhnya dialokasikan pemerintah pusat.

"Dengan jumlah itu tentu tidak mungkin dilakukan gressing pada areal 7000 hektar, karena itu pilihannya adalah feed lot," katanya.

Untuk saat ini, dalam rangka menjaga pergiliran tumbuhnya padang rumput telah membangun 27 paddock yang masing-masing dibatasi kawat Calvanace dengan areal paddock terkecil 25 hektar dan terluas 600 hektare.

Sementara pada kegiatan feed lot, untuk menjaga kualitas dan kesehatan sapi dilakukan feed lot secara terpisah dan berjenjang. Anak sapi yang baru berumur 1 hingga 4 bulan dikandangkan tersendiri.

"Lewat dari empat bulan dipindahkan di kandang lain, begitu seterusnya hingga berumur 1,5 tahun atau siap dipotong," jelasnya.

Jumlah sapi yang dikandangkan mencapai 660 ekor dari seluruh totak sapi yang ada, kandang-kandang milik PT BULI tertata apik berdasarkan fase penggemukannya, lokasi kandang dibedakan yakni sebagian yang berada di BILA river branch untuk fase umur yang masih relatif muda.

Sedangkan bagi sapi yang siap dipasarkan ditempatkan di lokasi kandang Holding Ground di Kota Parepare. Untuk proses pengembangbiakan 30 persen dilakukan melalui inseminasi buatan, dan selebihnya dilakukan secara alami.
(T.PSO-098/Z004)