
SPBU Beroperasi 24 Jam di Jalur Padat

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pertamina Region VII operasikan 20 stasiun pengisian bahar bakar umum (SPBU) selama 24 jam untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan BBM pada jalur padat mudik lebaran i 1430 H di Sulawesi Selatan.
GM Pemasaran BBM Region VII Ferdy Novianto di Makassar, Kamis, mengatakan, pihaknya mengoparasikan sejumlah SPBU di jalur padat di wilayah Sulsel maupun pada jalur trans Sulawesi bagian barat (Sulbar) dan bagian timur rute menuju arah Sulteng, Gorontalo, dan Sulut.
Untuk memperlancar distribusi BBM menghadapi lebaran tahun ini, Petamina setempat membentuk Satgas di sejumlah wilayah untuk memantau distribusi BBM hingga pukul 22 malam sampai 2 Oktober 2009.
"Kita perlu membentuk Satgas untuk memantau kelancaran distribusi BBM, agar segera menyampaikan jika terjadi masalah di lapangan, "ujar Ferdy didampingi sejumlah staf.
Menyinggung stok BBM di Pertamina Region VII, Ferdy menyebutkan cukup aman. Stok premium mencapai 12.197 kilo liter (KL), sedang penyaluran hanya rata-rata 2.695 KL per hari, sehingga stok tersedia cukup untuk 12 hari.
Meski persediaan cukup aman, namun tetap akan menambah persedaan sebanyak 25.000 KL yang akan masuk pada 19 September 2009 di Instalasi BBM Makassar.
Stok solar sebanyak 7.342 KL atau cukup untuk memenuhi permintaan selama tiga hari, sebelum masuk kapal yang mengangkut 13.000 KL pada 19 September 2009.
Sementara itu, stok Pertamax mencapai 518 KL cukup untuk 50 hari. Begitupula persediaan avtur mencapai 3.744 KL cukup untuk memenuhi kebutuhan selama delapan hari.
Menurut Ferdy, kendati terjadi frekuensi penerbangan di Bandara Sultan Haanuddin, tetapi penggunaan avtur tidak mengalami lonjakan seperti premium. Kapal pengangkut avtur akan berlabuh di Makassar pada 22 September mendatang.
Dari 146 SPBU di Sulsel, sebanyak 20 di antaranya buka 24 jam, terdiri atas 11 di Kota Makassar dan sembilan SPBU di jalur padat lalulintas, belum termasuk di jalur Trans Sulawesi untuk perjalanan jarak jauh antar provinsi.
(T.S016/F002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
