
Petugas Diminta Siaga 24 Jam

Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Wakil Ketua DPRD Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Muh Iqbal Chalik SE, meminta kepada aparat untuk siaga 24 jam jelang Idul Fitri 1430 Hijriyah.
Hal tersebut disampaikan Iqbal saat ditemui di Parepare, Kamis. Menurut Iqbal, hal tersebut bertujuan untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas dan aksi kejahatan seperti aksi pencopetan yang sering terjadi di Pasar Sentral Lakessi, Parepare, jelang lebaran ini.
Pada jam-jam tertentu yakni dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita, banyak warga yang berkunjung ke pasar untuk belanja persediaan lebaran dan pada saat itulah aparat sangat dibutuhkan dalam melakukan antisipasi kemacetan di semua titik rawan.
Menurut dia, petugas saat ini telah tanggap dalam melakukan antisipasi kemacetan di semua titik rawan, namun hal itu masih perlu ditingkatkan, khususnya di area Pasar Senteral Lakessi.
"Karena di lokasi itu sangat rentan dengan kemacetan, utamanya jelang lebaran," katanya.
Kepala Urusan Administrasi dan Operasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Parepare, Ipda Robi HA yang ditemui mengaku, telah melakukan antisipasi kemacetan arus lalu lintas. Itu di semua titik yang dinilai rawan termasuk di Pasar Lakessi.
"Anggota kami sejak H-7 Idul Fitri ini, sudah kami siagakan di pos simpatik di sekitar Pasar Lakessi selama 24 jam," katanya.
Robi mengatakan, pendirian pos simpatik tersebut, bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dan kelancaran berlalulintas.
Selain di sekitar wilayah Pasar Senteral Lakessi, pos simpatik tersebut juga terdapat di Pelabuhan Nusantara Parepare, jalan poros Bau Massepe, dan perbatasan Parepare dengan Kabupaten Barru, Pinrang, dan Sidrap.
"Target kita bagaimana kegiatan masyarakat dan arus mudik lancar, kecelakaan lalu lintas berkurang, termasuk distribusi sembako juga dijaga agar tidak terhambat tiba ke masyarakat," katanya.
Selain itu, pos-pos simpatik tersebut juga dapat menjadi tempat informasi dan istirahat bagi pemudik. Bahkan pihak Polresta Parepare mengupayakan menyediakan bengkel darurat untuk pemudik di sekitar pos simpatik tersebut.
Menurut dia, untuk mejaga kelancaran mudik lebaran, pihaknya menempatkan sekitar 10 - 15 personel di setiap pos simpatik dengan melibatkan sejumlah unsur seperti dari kepolisaian, Dinas Perhubungan, Polisi Militer, Kodim, Satpol PP, dan pramuka Saka Bhayangkara.
(T.PSO-098/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
