
Penjual Balon Menuai Untung Saat Lebaran

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan penjual balon dan aneka mainan anak menuai keuntungan pada saat lebaran di Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Minggu.
"Setiap hari raya, kami selalu menjual balon, karena tahu banyak anak-anak dan keuntungan dari satu balon rata-rata Rp2.000 hingga Rp3.000," kata salah seorang penjual balon, Rahman.
Dia mengatakan, dengan modal Rp20 ribu saja untuk membeli balon, bisa mendapatkan keuntungan Rp50 ribu - Rp70 ribu setelah terjual lebih dari 20 balon berukuran besar.
Hal senada dikemukakan penjual baling-baling mainan anak, Nurdin.
Menurutnya, dengan modal mengumpulkan gelas plastik kemudian dibentuk baling-baling dan diberi tangkai bambu dan gambar aneka kartun, bisa mendapatkan keuntungan Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.
"Saya membuat sendiri dari bahan-bahan bekas, jadi modalnya tidak perlu banyak, namun keuntungannya lumayan, karena dijual Rp2.000 per baling-baling," katanya.
Sementara itu, salah seorang jamaah, Sumaenah yang memiliki tiga orang anak mengatakan, sebelum ke masjid harus menyiapkan dana cadangan selain untuk celengan masjid.
"Sebab, saya tahu banyak mainan dan balon yang dijual pada saat lebaran, dan anak-anak sangat susah ditahan keinginannya, jadi kami harus membawa uang khusus untuk membeli mainan dan balon," katanya.
Selain penjual balon dan mainan anak yang meraup keuntungan pada hari raya Idul Fitri 1430 hijriah, para pengumpul koran bekas juga mendapat keuntungan.
"Ketika lebaran kami menjual koran bekas Rp1.000 per dua lembar dan setelah shalat Id para jamaah kemudian meninggalkan koran bekasnya, kami pungut lagi untuk selanjutnya dijual ke tempat penimbangan barang bekas," kata salah seorang pemulung, Bahar.
Dari hasil kerja yang hanya sehari itu, lanjut warga yang berdomisili di kawasan kumuh Mariso, Makassar ini, dia bisa membawa uang pulang ke rumah Rp75 ribu - Rp100 ribu untuk biaya makan keluarganya selama tiga hari.
(T.S036/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
