Logo Header Antaranews Makassar

Pecahan Rp1.000 Mulai Hilang di Pasaran

Rabu, 23 September 2009 11:17 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Uang pecahan Rp1000 mulai sulit didapatkan di pasaran. Pengelola warung makan dan travel mengeluhkan sulitnya memberikan uang kembalian pada konsumen.

Seorang pengelola warung makan, Rahmat, Rabu di Makassar, mengaku, beberapa hari ini sulit mendapatkan uang pecahan Rp1000, padahal ia membutuhkannya sebagai uang kembalian pada konsumennya.

"Beberapa hari ini sulit sekali mendapatkan uang pecahan Rp1000 untuk kembalian, apalagi usai lebaran seperti ini banyak warga yang menggunakan uang dengan pecahan besar," ujarnya.

Ia memperkirakan, hal tersebut terjadi karena banyak warga yang menukarkan uangnya dengan pecahan Rp2000 yang dirilis awal Agustus, lalu, terutama menjelang lebaran.

Kondisi serupa juga terjadi di agen-agen penjualan tiket. Meski belum terlalu menyulitkan namun diakui uang pecahan Rp1000 sudah mulai sulit didapatkan.

"Sejak operasional kami kembali buka habis lebaran sulitnya uang Rp1000 mulai terasa apalagi ketika dibutuhkan untuk mengembalikan uang pelanggan," kata salah satu staf travel di Makassar, Iwan.

Tidak hanya pelaku usaha, keluhan juga disampaikan oleh warga yang menggunakan angkutan umum. Menurut sejumlah warga, banyak dari supir mobil angkutan umum yang belum mengenali pecahan Rp2000.

Transaksi antara supir dengan penumpang juga agak terganggu karena tarif angkutan Rp3000. "Kalau penumpang memberikan dua lembar pecahan Rp2000 kami juga sulit kembalikan sementara penumpang juga mulai jarang memberikan uang pas," kata supir angkutan, Rohim.

Sebelumnya, Bank Indonesia menyatakan, pecahan baru Rp2000 dirilis untuk mengurangi beban biaya cetak pecahan Rp1000. Bahkan pada awalnya, pecahan Rp2000 ini dikeluarkan untuk menggantikan pecahan Rp1000.

Rencananya, BI akan mengubah pecahan Rp1000 menjadi uang logam. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan, uang pecahan Rp1000 masih beredar dan belum akan diganti dalam bentuk pecahan logam.

(T.PSO-100/J006)