Logo Header Antaranews Makassar

PULUHAN OKNUM POLISI KEROYOK WARGA

Selasa, 28 Oktober 2008 22:29 WIB
Image Print

Makassar, 28/10 (ANTARA) - Mahaming Daeng Tinggi (32) warga Desa
Situburu, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, dikeroyok oleh puluhan oknum polisi, Selasa. Mahaming yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan ini mengaku jika penganiayaan itu dilakukan di rumahnya dan disaksikan oleh istrinya, Hajia (30).

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka pada sekujur tubuhnya. Bahkan bola matanya nyaris keluar karena dianiaya.

Korban kini telah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haji Andi Sultan Daeng Raja, Kabupaten Bulukumba.

Menurut korban, semua berawal ketika Senin (27/10) malam, salah seorang polisi dikeroyok oleh warga. Karena tidak terima akhirnya puluhan polisi mencari pelaku pengeroyokan tersebut.

"Saat kejadian pengeroyokan polisi itu, saya tidak terlibat, malahan saat itu saya yang ingin melerai danmembopong polisi itu ketika dikeroyok oleh warga setempat," katanya.

Menurut ayah empat orang anak ini, dirinya tidak mengetahui masalah yang terjadi antara oknum polisi dan warga setempat.

"saya tidak tahu apa yang terjadi dan disaat saya mau menyelamatkan orang yang dikeroyok itu, kok malah saya yang dikeroyok," ujarnya.

Istri korban Hajiamengaku sangat kecewa atas perlakuan oknum polisi karena mereka menyeret suaminya seperti binatang dari teras rumah.

"Kalaupun suami saya dinyatakan bersalah, tolong jangan seret dia
seperti binatang dan kenapa mesti dianiaya," katanya.

Pada saat dianiaya di rumah, lanjut Hajia, oknum polisi itu tidak memperlihatkan surat penangkapan, malahan setelah mengetahui orangnya, para polisi tersebut langsung menganiaya.

"Surat perintah penangkapan baru diperlihatkan setelah suami saya masukrumah sakit, itupun di ruang provost Polresta Bulukumba," katanya sambil menyebutkan isi dari surat penangkapan bernomor polisi
LP/SP-KAP-147-X-2008-Reskrim.

Kasat Reskrim Polresta Bulukumba, AKP Jawaluddin yang coba dikonfirmasi melalui telepon selulernya (Hp) sebanyak tiga kali tidak diangkat, pesan singkat (SMS) yang dikirimkan ke ponselnya juga tidak ditanggapinya.

Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Hery Subiansauri yang dihubungi telepon selulernya menyatakan telah melakukan koordinasi dengan pihak Polresta Bulukumba.***7***
(T.K-SUR/B/F003/F003) 29-10-2008 00:09:13