
Anggota Sindikat Curanmor Ditembak

Makassar (ANTARA Sulsel) - Seorang anggota sindikat spesialis pencuri motor (Curanmor) Desmawan terpaksa ditembak petugas Satuan Reserse Mobile (Satresmob) Polresta Makassar Timur, saat berusaha melarikan diri, Jumat dini hari.
Desmawan (24), salah satu anggota komplotan pencuri spesialis sepeda motor ini ditembak kerena berusaha melarikan diri saat dibawa oleh Satresmob Polisi Resor Kota (Polresta) Makassar Timur untuk menunjukan lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pencurian seperda motor di jalan Borong Makassar.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mappa Ouddang Makassar untuk mengangkat peluru yang bersarang di kaki kirinya dan mendapat perawatan intensif.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Makassar Timur, AKP Dharma Ginting, mengungkapkan, korban dibekuk di rumahnya, jalan Kerung-kerung Makassar, namun saat olah TKP di kawasan Rumah Toko (Ruko) jalan Borong Raya, ia berusaha melarikan diri.
Dia menjelaskan jika komplotan ini, sedikitnya telah mencuri tiga unit sepeda motor di sekitar wilayah kecamatan Tamalanrea Makassar sejak tiga bulan terakhir.
Menurut Desmawan, motor yang dicuri saat terparkir pinggir jalan dan tidak terkunci leher. Mereka membawanya dengan cara menarik dengan sebuah sepeda motor. "Kemudian saya jual ke penadah dengan harga murah dan membagi-baginya kepada dua orang teman, " tambahnya
Selain itu, Ginting juga telah mengantongi nama-nama dua orang rekan Desmawan, yakni RD dan TS. Keduanya beralamat jalan Kerung-kerung Makassar.
Tidak hanya sepeda motor tetapi juga mencuri satu unit komputer jinjing (laptop) di warung kopi (Warkop) di Antang Makassar.
"Saya mengambil satu buah laptop di sebuah warkop Antang tetapi tidak menodong pemiliknya, " ungkap Desmawan
Menurutnya, dia bersama satu orang rekannya mengambil komputer jinjing saat diisi baterainya di meja warkop dan pemiliknya nampak lengah jadi dengan mudah ia membawanya lari.
(T.PSO-101/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
