Logo Header Antaranews Makassar

Jalan Ulumanda Majene Rusak Parah

Rabu, 6 September 2017 20:35 WIB
Image Print

Mamuju (Antara Sulbar) - Jalan menuju Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat rusak parah sehingga perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat karena anggaran daerah tidak mampu memperbaikinya.

"Dana APBD yang disediakan pemerintah di Sulbar dan pemerintah di Kabupaten Majene membangun jalan menuju Kecamatan Ulumanda yang berada dipegunungan Majene sangat minim, sehingga jalan tersebut tidak kunjung bagus diperbaiki, dan saat ini dalam kondisi rusak parah," kata Kepala Desa Kabiraan Kecamatan Ulumanda, Faharuddin di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, jalan menuju Kecamatan Ulumanda dari Kecamatan Malunda yang berada wilayah dipesisir Kabupaten Majene, sebelumnya dianggarkan pemerintah di Sulbar sekitar Rp3,5 miliar melalui APBD, namun jalan tersebut kini kembali rusak dilalui.

"Jalan itu sulit dilalui kendaraan roda empat karena rusak parah, selain mendaki juga sempit dan berlumpur dilalui masyarakat, sehingga aktivitas masyarakat di Kecamatan Ulumanda yang berjumlah ribuan jiwa menjadi terhambat," katanya.

Oleh karena itu menurut dia, jalan menuju Kecamatan Ulumanda yang totalnya mencapai 37 kilometer butuh dana besar dan harus berasal dari bantuan pusat karena jalan itu dapat menghubungkan perbatasan Kabupaten Mamasa yang berada diatas pegunungan Sulbar.

"Jalan menuju Kecamatan Ulumanda yang merupakan jalan starategis nasional menghubungkan sejumlah Kabupaten di Sulbar perlu dibantu pusat karena akan mampu membangun ekonomi masyarakat, anggaran daerah yang terbatas tidak mampu membangun jalan itu," katanya.

Ia mengatakan, Kecamatan Ulumanda merupakan lumbung pertanian Kabupaten Majene sehingga mesti diperhatikan pemerintah pusat dengan membangun jalannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena akan membuat masyarakat mudah mendistribusikan hasil pertaniannya.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar sebelumnya sudah berjanji untuk membangun jalan menuju Kecamatan Ulumanda dan akan diupayakan dapat terwujud dua sampai tiga tahun mendatang.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026