
Perbaikan PLTG Sengkang Butuh Waktu

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Energy Sengkang dan PLN Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) membutuhkan waktu sepuluh hari untuk memperbaiki kerusakan PLTG Sengkang guna mengatasi pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar)
"Kami membutuhkan waktu sepuluh hari dari sekarang untuk memperbaiki kerusakan mesin turbin PLTG Sengkang. Pada 16 Oktober kami akan menopang listrik Sulsel, " kata Manager PT Energy Sengkang, Dharma Sakti di Makassar, Rabu.
Menurutnya, selinder yang menghasilkan tenaga energi di salah satu mesin turbin PLTG Sengkang mengalami kerusakan yang cukup parah.
"Pada Minggu (4/10) pukul 09.05 Wita, mesin turbin kami mati dan sistem "batery charger" yang dapat menopannya juga ikut rusak, " ungkapnya
Sebab itu lanjutnya, pihak PT Energy Sengkang yang menangani PLTG Sengkang berusaha menanggulangi hal ini dengan mendatangkan mesin diesel dari Jerman. Saat ini mesin tersebut sudah berada di Bea Cukai Jakarta dan akan dibawa ke Sengkang.
"Jadi kami membutuhkan waktu sepuluh hari untuk mengurusnya dari pengurusan di Bea Cukai, pengiriman ke sini hingga pengoperasiannya, " jelasnya.
PLTD Sengkang memiliki dua sektor pembangkit yang memiliki kapasitas interkoneksi dengan Pembangkit listrik di Sulselbar 60 megawatt (MW).
Namun setelah rusaknya pembangkit ini beban pasokan listrik jadi menurun hingga 90 MW pada siang dan sekitar 130 MW pada malam hari.
Sementara Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru Sulselbar tidak optimal karena debit air di sungai Bakaru ini menurun dan pasokan listrik pun ikut defisit hanya mampu memasok listrik 40 MW pada siang hari dan 100 MW pada malam hari.
Sementara pihak PLN Sultanbatara mengimbau kepada pelanggan sektor industri untuk menggunakan genset pada waktu beban puncak sehingga PLN dapat kontribusi kepada sekitar 45 MW.
(T.PSO-101/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
