Logo Header Antaranews Makassar

Jumlah Pegawai di Mamasa Masih Minim

Senin, 12 Oktober 2009 00:03 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Jumlah pegawai yang ada dilingkup pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulbar dinilai masih minim, sehingga pelayanan pemerintahan di Kabupaten ke lima di Provinsi Sulawesi Barat dinilai tidak maksimal.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mamasa, Jono Buntu Karaeng di Mamuju, Minggu, mengatakan, jumlah pegawai di lingkup Pemkab Mamasa sekitar 3300 orang, yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), sementara sekitar 312 berstatus tenaga honorer.

Ia mengatakan, dari keseluruhan pegawai yang dimiliki tersebut, terdiri dari tenaga guru dan tenaga kesehatan mupun tenaga teknis lainnya yang bertugas dilingkup pemerintahan Kabupaten Mamasa.

Menurut dia, pegawai yang dimiliki tersebut dinilai masih minim, sehingga menjadi penyebab tidak maksimalnya pelayanan pemerintahan di wilayah yang jauh berada di lereng pegunungan tersebut tidak berjalan maksimal.

"Idealnya pegawai yang ada di Mamasa sebanyak 6000 orang sudah meliputi tenaga guru, kesehatan dan tenaga taknis pemerintaha, agar pemerintahan di wilayah itu juga berjalan optimal maupun di sektor pendidikan dan kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan, khusus untuk tenaga pengajar seperti guru di wilayah itu, jumlahnya juga masih sangat minim jika dibandingkan dengan sarana pendidikan sekolah yang dimiliki wilayah itu yang jauh lebih banyak, sehingga cukup menghambat peningkatan mutu pendidikan di wilayah itu.

Begitu juga dengan tenaga medis seperti dokter jumlahnya juga masih sangat minim sekitar 50 orang sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Mamasa ini tidak berjalan maksimal kepada masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintahan harus lebih memberikan perhatian khusus untuk menambah jumlah pegawai di wilayah tersebut, agar pelayanan pemerintahan serta pelayanan di sektor pendidikan dan kesehatan dapat meningkat

"Mestinya dari 700 jatah PNS untuk kabupaten Mamasa, ditambah, khususnya tenaga medis dan guru," ujarnya. (T.PK-MFH/F003)