
PENGESAHAN RAPBD 2009 MAKASSAR AKAN MOLOR

Makassar, 11/12 (ANTARA) - Pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Makassar 2009 bakal molor dari jadwal yang ditetapkan pada akhir Desember 2008.
"Target perampungan RAPBD Makassar 2009 pada akhir tahun ini, tidak akan tercapai, karena draftnya belum selesai," kata anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Marconi di Makassa, Kamis.
Menurutnya, pengajuan anggaran dari Pemkot masih ditunggu hingga saat ini. Sementara kelambanan menyerahkan nilai anggaran tersebut, otomatis akan mempengaruhi penetapan Perda lainnya yang berkaitan dengan kebijakan publik.
"Dalam pengajuan anggaran itu, Pemkot akan menghitung kembali proyeksi anggaran 2009, karena adanya peningkatan gaji PNS sebesar 15 persen tahun depan," katanya.
Dengan adanya pergeseran anggaran belanja pegawai itu, lanjutnya, maka alokasi mata anggaran lainnya akan dikurangi, karena dana yang tersedia terbatas.
Mengenai kemungkinan ancaman adanya pemotongan dana alokasi umum (DAU) jika finalisasi RAPBD 2009 tidak tepat waktu, ia mengatakan, sebenarnya itu tidak perlu terjadi jika pihak Pemkot tidak lamban mengajukan anggaran, belum lagi pembahasannya di DPRD sering kali alot, karena beberapa pertimbangan.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang badan pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Sulsel, Salma Ruslan mengatakan, seharusnya penyelenggara pemerintahan dan legislator memiliki' sense of public", sehingga kinerjanya lebih memprioritaskan kepentingan publik.
"Jangan karena kinerjanya yang tidak terjadwal dengan baik, akhirnya merugikan masyarakat," katanya dengan memberikan gambaran, molornya penetapan anggaran yang akan mempengaruhi pula proses pencairan dana, menyebabkan suatu proyek pembangunan jalan misalnya yang akan digunakan untuk kepentingan umum, menjadi telat dinikmati masyarakat.
Belum lagi benturan dengan kondisi alam, lanjutnya, seperti proyek pembangunan fisik yang seharusnya dilaksanakan pada musim kemarau, terpaksa dilaksanakan pada musim hujan, karena anggarannya telat dicairkan. Faktor itu kemudian akan mempengaruhi ketahanan bangunan proyek atau kinerja tenaga kerja yang melaksanakan proyek tersebut. ***7***
(T.K-SUR/C/S016/S016) 11-12-2008 20:09:21
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
