Logo Header Antaranews Makassar

Yayasan Zakat Rangkul Program CSR Perusahaan

Selasa, 20 Oktober 2009 21:09 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Yayasan Dompet Dhuafa (DD) Sulsel mengembangkan program kerjasama penyaluran dana zakat dan "coorporate social responsibilty" (CSR) perusahaan swasta dan BUMD.

Direktur Program DD Indonesia Arifin Purwakarta, Selasa di Makassar, mengatakan, DD Sulsel melakukan kerjasama penyaluran dana zakat dan program CSR PT Jamkrindo melalui program pemberdayaan peternak.

"PT Jamkrindo ikut serta menyalurkan dana CSR-nya senilai Rp100 juta melalui program 'kampung ternak' untuk pemberdayaan peternak di Kabupaten Sidrap dan Kota Pare-pare, Sulsel serta Makassar dan sekitarnya," jelasnya.

Himpunan dana zakat dan CSR disalurkan kepada peternak untuk pengembangan usaha dan memberikan modal kepada masyarakat yang ingin beternak.

Program ini diharapkan dapat membantu pemberantasan kemiskinan di daerah-daerah yang penduduknya masih dikategorikan miskin atau dhuafa.

Kerjasama ini merupakan kerjasama kedua antara yayasan dengan perusahaan swasta di sulsel. Sebelumnya, September, juga telah disepakati kerjasama dengan PT Sermani dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

"Mulai bulan lalu PT Sermani telah menyalurkan dana bantuan senilai Rp10 juta dan ini akan berlangsung setiap bulan, salah satunya melalui program aksi layanan sehat untuk warga Makassar," jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan bukti semakin banyak perusahaan yang menginginkan penyaluran dana CSR-nya bermanfaat dan tidak sekedar seremoni belaka.

Secara nasional, sejumlah perusahaan ternama juga telah rutin menyalurkan dana program sosial-nya melalui yayasan diantaranya Exxon, Mc'Donald's, G.A.P, British Petroleum dan lainnya.

Yayasan ini berdiri sejak 1993 dan hingga kini dana yang masuk tercatat mencapai Rp80 miliar setiap tahun dan disalurkan melalui berbagai macam program pemberdayaan ekonomi yang dirancang agar masyarakat senang berzakat.

Program-program tersebut antara lain modal kerja dan pendampingan, pertanian sehat, peternakan dan mikro kredit di 18 cabang di seluruh Indonesia, ditambah dua cabang luar negeri Hongkong dan Australia.

Potensi pemberdayaan masyarakat melalui sumber daya lokal di sulsel melalui zakat, infaq dan sedekah diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 miliar atau Rp500 juta per bulan.

Ia menambahkan, Walikota Padang, Sumatera Barat berhasil menghimpun dana zakat setiap tahunnya hingga Rp11 miliar karena berhasil membudayakan zakat pada masyarakatnya.

(T.PSO-100/A033)