
Angka Putus Sekolah di Mamuju Tinggi

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Persentase anak putus sekolah di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), cukup tinggi hingga mencapai 39,85 persen pada 2008, kata Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju Hajrul Malik di Mamuju, Minggu.
"Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju meningkatkan pendidikan hingga saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal, sehingga dibutuhkan peran semua pihak khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) untuk segera melakukan program jemput bola guna menekan angka putus sekolah," katanya.
Hajrul yang juga anggota DPRD Mamuju ini mengatakan pada 2006, jumlah murid yang tidak tamat sekolah dasar (SD) mencapai 39,28 persen. Meskipun sempat mengalami penurunan menjadi 34,47 persen pada 2007, tetapi jumlah ini kembali naik pada 2008 menjadi 39,85 persen.
"Untuk tingkat SD pada 2006 mencapai 35 persen, dan pada 2007 meningkat menjadi 35,52 persen, dan 2008 menurun menjadi 33,28 persen saja," katanya.
Jumlah siswa mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama (SMP) sejak 2006 hingga 2008 lebih sedikit dibanding SD.
Ia mengatakan yang memprihatinkan adalah persentase warga yang bisa mencapai pendidikan tinggi, karena jumlahnya tidak mencapai tiga persen.
Pada 2006 hanya 1,66 persen, 2007 sebesar 2,44 persen, dan 2008 sebesar 2,64 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin sedikit warga yang mampu mengaksesnya.
"Memang angkanya mengalami perubahan, tapi tidak signifikan, apalagi angka tersebut sudah menunjukkan bahwa angka putus sekolah di Mamuju masih tinggi," ujarnya.
(T.PSO-104/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
