Logo Header Antaranews Makassar

IFCW Promosikan Desa Bonebone ke Internasional

Selasa, 27 Oktober 2009 15:16 WIB
Image Print

Enrekang, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Lembaga internasional di bidang keselemataan anak International, Forum for Children Welfare (IFCW), akan memperkenalkan Desa Bonebone ke internasional karena kedisiplinan warganya yang tidak merokok.

Humas Pemkab Enrekang, Eka Febrianzah, Selasa, mengatakan, promosi desa yang berada di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulsel, dilakukan IFCW bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI).

Eka menjelaskan, Desa Bonebone menjadi unik karena semua penduduk desa itu tidak merokok. Warga desa setempat menganggap rokok sebagai sumber kebodohan.

Selain itu, tak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan, tapi warga desa setempat juga menganggap merokok menyebabkan orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya.

Selain rokok, warga desa yang terletak di kaki Gunung Latimojong itu juga melarang ayam potong dan telur ayam ras masuk ke wilayah pemukiman mereka, karena telur ayam ras dan ayam potong dianggap sebagai penyebar penyakit flu burung atau virus H5N1.

Eka menambahkan, warga Desa Bonebone juga terkenal dengan kepeduliannya terhadap pelestarian lingkungan, sehingga setiap penduduk desa yang akan menikah diharuskan menanam pohon minimal 10 batang.

Untuk mendapatkan surat nikah, pasangan pengantin harus mendapat rekomendasi dari kepala desa setempat yang membuktikan bahwa pasangan itu telah memenuhi kewajibannya menanam 10 batang pohon.

"Keunikan-keunikan itulah yang membuat IFCW tertarik untuk memperkenalkan desa tersebut ke dunia international," ujarnya.

Eka menambahkan, untuk bahan promosi IFCW ke berbagai negara tersebut, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung didampingi Kepala Dinas Kesehatan Enrekang, Muhammad Yamin, telah menghadiri undangan IFCW ke Jakarta untuk mempresentasikan keunikan dan potensi Desa Bonebone.

"Bupati telah memberikan penjelasan kepada IFCW dan YKAI di Hotel Millenium Jakarta tanggal 23 Oktober lalu, semua informasi dan data yang dibutuhkan kedua lembaga tersebut telah kita berikan," kata Eka.
(T.PK-AAT/S005)