Logo Header Antaranews Makassar

LKTM Unhas Diharapkan Masuk Agenda Kemenristekdikti

Jumat, 1 Desember 2017 19:02 WIB
Image Print
Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr Ir Abdul Rasyid Jalil M.Sc, foto bersama peserta LKTM Nasional Bidang Kemaritiman di Makassar, Kamis (30/11/17). (Istimewa)

Makassar (Antara Sulsel) - Universitas Hasanuddin (Unhas) berharap Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Nasional Bidang Kemaritiman 2017 yang memasuki pelaksanaannya yang kelima tahun ini masuk dalam agenda kemenristekdikti sehingga lebih ketat dan meriah.

Ketua Panitia pelaksana LKTM 2017, Prof Dr Ir Supratman MP di Makassar, Jumat, mengatakan jika selama ini pelaksanaan masih dikelola secara mandiri oleh pihak kampus dan hanya mengandalkan dana swadaya.

"Begitu juga para peserta yang hadir umumnya harus membiayai sendiri kehadiran mereka. Mudah-mudahan mulai tahun depan, LKTM nasional bidang kemaritiman ini akan menjadi agenda Kementerian Ristek Dikti,"katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan LKTM yang digelar 30 November hingga 2 Desember ini dirancang sesuai visi Unhas yang berlandaskan benua maritim Indonesia. Seleksi peserta LKTM Nasional Bidang Kemaritiman di Unhas telah dimulai sejak Oktober 2017.

Panitia menerima sebanyak 95 proposal dari 35 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Namun, setelah melalui proses penyaringan, terpilih sebanyak 45 proposal yang berasal dari 24 perguruan tinggi.

"Tahun ini, para peserta berasal dari Aceh hingga Papua. Seluruh pulau-pulau utama ada wakilnya,", kata Prof Supratman.

Meskipun demikian, kata dia, tidak seluruh peserta yang dinyatakan lolos dapat hadir di Makassar karena berbagai alasan.

Khusus delegasi dari Bali, lanjut dia, baru saja mengabarkan bahwa mereka tidak bisa hadir karena hingga hari ini penerbangan dari dan menuju Bali belum beroperasi akibat letusan Gunung Agung.

Sementara ada delegasi dari Yogyakarta yang tidak dapat hadir karena terkendala pembiayaan, kampusnya sudah menutup buku untuk tahun ini. "Semoga tahun depan, kendala pembiayaan ini tidak terjadi lagi,"ujarnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026