Rektor UNM Fokus Lengkapi Prasarana 2018

id Makassar, Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam

Rektor UNM Prof Dr Husain Syam MTP (ANTARA FOTO/Muh Hasanuddin)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Dr Husain Syam MTP mengatakan pihaknya akan fokus dalam merampungkan sarana dan prasarana yang dimiliki kampus itu pada tahun ini.

Rektor UNM, Prof Husain Syam di Makassar, Senin, berharap untuk tahun ini bisa berjalan lebih baik dari pada tahun sebelumnya.

"Insya Allah UNM pada 2018 optimis saja semua sarana dan prasarana belajar itu mencapai standar saya atau hanya tersisa 20 persen, dan saya tidak ingin mendengar ada keluhan lagi dari teman-teman dosen bahwa ruangan ini panas," katanya.

Ia menjelaskan, tahun 2017 merupakan rahmat. Bahkan berkat bekerja keras, doa dan semangat kebersamaan hingga mendapatkan hasil akreditas A dari sisi kelembagaan.

Selama 2017, kata dia, UNM diberi kesehatan untuk bekerja terus secara ikhlas sampai kita diberi hasil kerja yang baik.

"Dari sisi kelembagaan yang biasa menjadi indikator indikator sebuah perguruan tinggi itu adalah kita di tahun 2017 diberi rahmat allah swt untuk kerja keras hingga mendapatkan kewibawaan lembaga ini dengan akreditasi A," jelasnya.

Universitas Negeri Makassar (UNM) Sulawesi Selatan juga siap berubah status dari Perguruan Tinggi Satuan Kerja (Satker) menjadi perguruan tinggi berstatus Badan Layanan Umum (BLU).

Rektor UNM, Prof Husain Syam, mengatakan kesiapan berubahnya status kampus tersebut sejalan dengan perkembangan Kampus UNM yang semakin pesat, ditandai dengan sejumlah indikator.

"Kami telah meraih akreditasi A, juga tata kelola UNM yang baik, di antaranya sebagai kampus dengan SDM terbaik ke lima dari seluruh kampus di Indonesia," katanya.

Menurut dia, khusus indikator soal jumlah peminat kampus yang semakin meningkat, pada tahun ini telah tercatat 95.674 peminat.

Sementara yang diterima sebanyak 6.230 mahasiswa baru. Selain itu, jumlah Guru Besar di UNM sebanyak 81 orang, yang mencatatkan UNM sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau kampus eks IKIP yang memiliki profesor terbanyak, hanya kalah dari UPI Bandung.

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar