
Sulsel Siapkan Atlet Hadapi Jatim Open 2018

Makassar(Antaranews Sulsel)- Tim atletik Sulawesi Selatan mempersiapkan atlet untuk menghadapi kejuaraan nasional "Jatim Open 2018" yang rutin dilaksanakan sekitar Maret 2018.
Pelatih atletik Sulsel, Abdul Kadir di Makassar, Selasa, mengatakan pihaknya memutuskan untuk lebih fokus mematangkan kemampuan atlet sambil menunggu jadwal resmi dari penyelenggara Jatim Open 2018.
"Kita berupaya fokus meningkatkan kemampuan sebelum pelaksanaan Jatim Open 2018. Kami memang selalu rutin untuk mengirimkan atlet terbaik ke ajang tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kejurnas itu memang selalu berupaya diikuti karena menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi atlet Sulsel.
Menurut dia, ajang tersebut juga bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi terhadap peningkatan kemampuan atlet selama berlatih di Makassar. Apalagi kejurnas tahunan itu memang selalu diikuti para atlet terbaik dari sejumla daerah di tanah air.
"Untuk itu kita fokuskan untuk mempersiapkan atlet lebih maksimal lagi sehingga menjaga persaingan meraih medali," jelasnya.
Pada pelaksanaan Jatim Open di Surabaya, 2-4 Maret 2017, tim atletik Sulawesi Selatan mampu merebut medali emas melalui Syamsuddin Massa di nomor lari 10.000 meter pada hari terakhir penyelenggaraan.
Selain perolehan medali emas, pelari muda Sulsel ini juga menyumbangkan medali perak melalui nomor lari 5.000 meter putar. Hasil ini tentu membuktikan jika Sulsel tetap memiliki atlet potensial setelah mundurnya beberapa nama besar seperti Lismawati Illang dengan alasan pekerjaan.
Tim atletik Sulsel juga sukses merebut dua medali perak lain dari atlet yang berbeda yakni melalui Adam Wahyu (nomor jalan cepat 10.000 meter), serta Asnida Aras yang turun di nomor lari 1.500 meter putri.
Selanjutnya medali perunggu juga berhasil diamankan melalui atlet yang sebelumnya masih memperkuat tim atletik Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yakni Bastian di nomor lompat jauh.
Pewarta : Abd Kadir
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
