
Warga Papua Tuntut Dialog Dimediasi PBB

Makassar (ANTARA Sulsel) - Puluhan warga Papua di Makassar berunjuk rasa menuntut dialog penyelesaian masalah di daerah mereka dimediasi PBB dan dihadiri oleh Amerika dan Belanda.
Tuntutan tersebut disampaikan melalui orasi yang dilakukan oleh Solidaritas Masyarakat dan Mahasiswa Papua Makassar di depan Monumen Pembebasan Irian Baratdi Makassar, Kamis.
Mereka menegaskan penolakan dialog dua arah antara Jakarta dan yang diusulkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat untuk penyelesaian masalah mendasar di daerah mereka, salah satunya mengenai keberadaan PT Freeport dan sejumlah konflik kepentingan lainnya.
Selain menuntut penyelesaian masalah dengan menghadirkan pihak ketiga, mereka juga menuntut pemerintah untuk membebaskan nara pidana dan tahanan politik yang selama ini dianggap menyuarakan aspirasi masyarakat.
Tuntutan lainnya adalah, penarikan pasukan organik dan non organik di wilayah Papua serta melakukan penarikan UU No 21Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus yang dianggap belum memberikan perubahan yang berarti di tanah cendrawasih tersebut.
Mereka juga mendesak penghentian pembagian dana otonomi khusus yang justru membuat rakyat Papua teradu domba.
(T.PSO-100/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
