
Pungli Pembuatan KTP Marak di Polman

Polewali Mandar (ANTARA Sulsel) - Pungutan liar dalam pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat (Sulbar) semakin marak.
Salah seorang warga yang ingin mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Salman, di Polman, Jumat, mengatakan, dirinya harus mengeluarkan uang Rp10.000 untuk melakukan pengesahan KTP dan leges di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (KCS) Polman.
Padahal, kata dia, dari informasi yang ada, biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan KTP hanya sebesar Rp5.000.
"Terpaksa harus kami bayar, walaupun sangat memberatkan, karena kami sangat membutuhkan KTP dengan cepat untuk mendaftar CPNS tahun ini," tuturnya.
Ia mengatakan, sudah mempertanyakan adanya pungutan tersebut kepada petugas. Akan tetapi, ia tidak mendapatkan jawaban yang jelas.
Petugas Dinas KCS memanfaatkan kesempatan yang ada saat ini, karena banyak warga yang membuat KTP untuk mendaftar CPNS.
"Hal ini sudah sangat keterlaluan dan merugikan warga, karena sudah melanggar aturan yang sudah dikeluarkan sendiri oleh pemerintah," imbuhnya.
Salman menuturkan, keuntungan yang bisa diperoleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut sangat besar.
"Jika jumlah warga yang membuat KTP sebanyak 1.000 orang, keuntungan yang diperoleh dari pengutan liar tersebut bisa mencapai Rp5 juta. Saya yakin, jumlahnya bahkan melebihi 1.000 orang," terangnya.
Salman mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman segera bertindak tegas atas situasi seperti ini.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas KCS Polman, Mujtahid, hanya membenarkan bahwa biaya pembuatan KTP di wilayan itu adalah sebesar Rp10.000.
Ia mengaku bahwa besarnya biaya pembuatan KTP tersebut sudah dilakukan sejak lama, sehingga masih bisa diberlakukan saat ini.
(T.PSO-103/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
