Logo Header Antaranews Makassar

Program Gernas di Sulbar Dinilai Gagal

Sabtu, 31 Oktober 2009 20:30 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Program Gerakan Nasional Peningkatan Mutu dan Produksi Kakao (Gernas Pro Kakao) di Provinsi Sulawesi Barat untuk tahun 2009 dinilai gagal.

Menurut Koordinator Forum Komunikasi Petani Sulawesi Barat (FKPSB), Sukri Umar, di Mamuju, Sabtu, hingga saat ini, pupuk yang menjadi faktor utama dalam program ini belum juga didistribusikan.

"Meskipun proses tender pupuk sedang berlangsung, namun waktu yang dibutuhkan untuk mendistribusikannya kepada seluruh petani tidak cukup," ujarnya.

Ia menambahkan, waktu yang diperlukan untuk mendistirbusikan pupuk adalah selama tiga bulan, mengingat kondisi geografis Provinsi Sulbar yang cukup luas.

Walaupun proses penyaluran dapat berjalan, namun seluruh petani tidak bisa memperoleh pupuk, padahal pupuk tersebut sangat dibutuhkan.

Sukri menambahkan, secara teknis, kondisi tersebut menunjukkan perencanaan yang tidak maksimal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar.

"Untuk melaksanakan sambung samping tanaman kakao misalnya, tahap pertama yang harus dilakukan adalah pemupukan, dengan asumsi agar kondisi tanaman kakao sehat saat dilakukan sambung samping," urainya.

Akan tetapi, lanjutnya, yang terjadi saat ini adalah petani terpaksa melakukan sambung samping tanpa memberi pupuk terhadap tanaman terlebih dahulu.

Akibatnya, banyak tanaman kakao yang sudah disambung samping yang akhirnya mati karena tidak berada dalam kondisi yang sehat.

Tidak hanya itu, proses penyaluran bibit pun diyakini tidak akan selesai hingga akhir tahun anggaran ini.
"Belum lagi pemotongan bantuan kepada kelompok tani, seperti gunting pangkas, handsprayer, dan chainsaw yang kerapkali terjadi," imbuhnya.

Fenomoena ini, kata dia, sudah menunjukkan indikasi bahwa realisasi program gernas pada tahun pertama gagal.

(T.PSO-103/F003)