LPMP: mutu pendidikan luwu Timur terbaik se-sulsel

id Sulsel,Luwu Timur, LPMP, Bupati Thorig Husler, mutu pendidikan

Ilustrasi pantauan mutu pendidikan. Mendikbud Muhadjir Effendy berinteraksi dengan para siswa saat mengunjungi SMP Negeri 28 Pulau Barang Lompo, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (16/11). ANTARA FOTO/ Dewi Fajriani/foc/16.

Luwu Timur (Antaranews Sulsel) - Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Selatan Abdul Halim Muharram mengaku cukup puas dan ikut berbangga karena mutu pendidikan Kabupaten Luwu Timur terbaik dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

"Keberhasilan dan prestasi Lutim menjadi yang terbaik se-Sulsel karena didukung oleh pemerintah daerah dalam memajukan dunia pendidikan," kata ketua LPMP Sulsel Abdul Halim Muharram pada pelatihan kompetensi tenaga pendidikan tingkat SD/MI, SMP/MTS negeri dan swasta se-kabupaten di Luwu Timur, Senin.

Bupati Thorig Husler yang membuka kegiatan mengatakan meski pemerintah daerah telah menyusun berbagai program peningkatan SDM guru, namun tanpa komitmen para guru untuk memperbaiki kualitas dirinya, mutu pendidikan yang baik sulit dicapai.

Apalagi kata dia, di era teknologi informasi saat ini, seyogyanya para guru harus mampu mengakses teknologi, dan diterapkan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

"Guru diharapkan senantiasa mengakses teknologi, yang bisa digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar untuk meningkatkan kualitas anak didik kita. Saya sangat berharap, hasil evaluasi pelatihan ini ada korelasi yang baik antara tingkat pelatihan dan mutu pendidikan juga semakin meningkat," lanjut Thorig.

Sementara itu beasiswa berprestasi dan kurang mampu tahap ketiga tersebut kembali disalurkan untuk mewujudkan program KP 1 disektor pendidikan sesuai visi misi Bupati Luwu Timur 2016-2021.

Program bantuan biaya pendidikan pada 2017 telah dialokasikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu sebesar Rp13 miliar dan telah dibayarkan kepada 3.268 penerima yang tersebar di Kecamatan Burau (540 orang), Wotu (513 orang), Mangkutana (331 orang), Tomoni sebanyak 339 orang.

Selanjutnya Tomoni Timur 211 orang, Kalaena 171 orang, Angkona 248, Malili 564 orang, Wasuponda 304 orang, Towuti 495 orang dan Nuha 231 orang.

Ia menjelaskan, masih tersisa 679 orang yang tidak dapat tahun 2017 karena telah melebihi kuota anggaran. Makanya tahun 2018 kita alokasikan kembali anggaran kurang lebih Rp18 miliar dengan asumsi penerima 4.500 orang dan sudah termasuk 697 orang.



 
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar