Irwasum "soft opening" Rumah Sakit Bhayangkara Sulbar

id Irwasum Polri,Komjen Pol Putut Eko Bayususeno, RS Bhayangkara, Polda Sulbar

Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno (kanan) didampingi Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar (tengah) dan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto Brigjen Polisi dr Didi Agus Mintahardi (kiri) melakukan penguntingan pita pada "soft opening" Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar, di Mamuju, Senin (16/4) (Humas Polda Sulbar)

Mamuju, 16/4 (Antara) - Irwasum Polri Komisaris Jenderal Polisi Putut Eko Bayuseno melakukan "soft opening" atau pengoperasian awal Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulawesi Barat, Senin Sore.

Sebelum "soft opening", pada Senin pagi dilaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, penananam pohon, sunatan massal dan operasi kesehatan lainnya, yakni katarak, bibir sumbing dan hernia.

Pada bakti sosial dalam rangka "soft opening" Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar, sejumlah dokter Polri yang hadir, diantaranya Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK I Raden Said Sukanto Brigjen Polisi dr Didi Agus Mintahardi, Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Reden Harjuno serta sejumlah dokter lainnya.

Sejak pagi puluhan warga yang telah terdaftar sebagai peserta operasi maupun belum terdaftar telah memadati Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso Polda Sulbar.

Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar mengatakan, salah satu tujuan pembangunan rumah sakit milik Polri tersebut karena masih minimnya fasilitas kesehatan yang ada di daerah itu, khususnya di Kabupaten Mamuju.

Saat ini kata Kapolda, hanya ada dua fasilitas kesehatan milik pemerintah yang ada di daerah itu, yakni RSUD Kabupaten Mamuju dan Rumah Sakit Regional Provinsi Sulbar.

"Sehingga keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar ini menjadi kompetitor layanan kesehatan yang ada di Sulbar. Jadi, diharapkan peran Polda melalui layanan primer Rumah Sakit Bhayangkara dalam rangka meningkatkan kepercayaan masyarakat," kata Baharudin Djafar.

Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar yang berdiri di atas lahan seluas 25.000 meter persegi dengan luas bangunan 4.950 meter persegi dan penunjang medik forensik, laundri dan gizi seluas sekitar 400 meter persegi dibanguan melalui anggaran DIPA APBN 2017 sebesar Rp40.445.651.000 yang selesai pada Desember 2017.

Kekurangan fasilitas umum dan sarana prasarana Rumah Sakit Bahangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar juga ditunjang dari bantuan Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, PT Kimia Farma, pihak perbankan serta sejumlah rumah sakit lainnya, baik di Sulsel maupun Rumah Sakit dari Kalimantan Selatan.

Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar yang terletak di tengah-tengah Kota Mamuju atau tepatnya di kasawan Jalan Arteri memiliki fasilitas layan kesehatan, diantaranya pelayanan kegawatdaruratan dan intensif care, pelayanan kedokteran kepolisian dalam mendukung proses penyidikan kasus yang ditangani Polri, pelayanan rawat inap pasien dengan kapasitas 55 tempat tidur terdiri dari 15 kelas 1 dan 18 kelas 2 dan 22 kelas 3.

Fasilitas layanan kesehatan lainnya, yakni layanan IGD yang memiliki sarana traumatic center, layanan poliklinik umum dan spesialis terpadu pagi dan sore, pelayanan bedah sentral dengan tiga ruangan operasi tersendiri menyatu dengan sarana radiologi CT Scan 64 Slice, USG, rontgen dan laboratorium 24 jam, pelayanan medichal check up untuk perlibatan tenaga spesialis untuk pemeriksaan yang komperehensif, pelayanan mobil ambulans sebanyak sembilan unit dengan peralatan lengkap, dua unit diantaranya ambulans VIP serta pelayanan dental unit atau peralatan gigi dan alat bedah minor.

"Kami optimistis, dengan pelayanan kesehatan yang menggunakan sistem dan metode pelayanan yang baik serta peralatan lengkap dan modern dapat mewujudkan kepercayaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar, sehingga berdampak menambah besaran hasil melalui layanan pengelolaan keuangaan badan layanan umum guna meningkatkan fasilitas rumah sakit yang lebih profesional dan modern," jelas Baharudin Djafar.

Dalam mendukung pelayan kesehatan, Rumah Sakit Bhayangkara Hougeng Iman Santoso Polda Sulbar telah melakukan kerja sama dengan delapan dokter spesialis yang telah mebuat pernyataan bermita dengan rumah sakit Polri tersebut, IDI Prov Sulbar, bekerjasama dengan "Public Safety Centre" Prov Sulbar dan telah dibuat perjanjian kerja sama atau MoU untuk dukungan paramedik/perawat untuk pemenuhan tenaga operasional Rumah Sakit.

Kerja sama juga telah dilakukan dengan RSUD dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju dalam mendukung pengoperasionalan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar, bekerjasama dengan pimpinan PT Kimia Farma pusat dalam penyediaan apotik untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan serta laboratorium klinik diagnostik, juga telah dibuat MoU serta kerja sama dengan pihak BRI Cabang Mamuju dalam hal fasilitas transaksi sistem pembayaran dalam memberikan pelayanan yang terbaik.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar