
Mentan hadiri kontes sapi di Bulukumba

Bulukumba (Antaranews Sulsel) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri kontes sapi di Lapangan Anisia Kelurahan Jawi-jawi, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis.
Mentan Amran Sulaiman mengatakan kontes sapi ini merupakan bukti pengembangan sapi hasil persilangan di Indonesia khususnya di daerah sudah berhasil.
"Saya sangat mengapresiasi hasil dari inseminasi buatan kepada sapi betina. Hasilnya juga bisa kita lihat bahkan bobotnya ada yang sampai 870 kg, tentu saja harganya sudah mencapai Rp70 juta," jelasnya.
Kehadiran putra asal Sulsel itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungannya di Provinsi Sulsel.
Sebelum hadir menyaksikan kontes sapi di Kabupaten Bulukumba, Mentan Amran lebih dulu mengunjungi Kabupaten Tana Toraja.
Selanjutnya melakukan dialog dengan petani di Salemba, Kecamatan Ujung loe, sebelum akhirnya menyaksikan kontes sapi tersebut.
Terkait kontes sapi tersebut, sejumlah sapi lokal dan juga sapi dari hasil persilangan ditampilkan yaitu sapi lokal Bali, Sapi Limosin, Sapi Simental dan Sapi Brangus.
Jenis sapi tersebut merupakan hasil persilangan sapi lokal dengan sapi dari Eropa dan Australia.
Sapi yang diikutkan dalam kontes berasal dari tiga kabupaten masing-masing Kabupaten Bulukumba dengan 19 sapi, Kabupaten Bone 14 sapi dan Kabupaten Sinjai 1 ekor sapi.
Dan yang berhasil menyabet juara umum yakni Kabupaten Bone yang hampir keseluruhan sapi yang ditampilkan memiliki nilai tertingi dibandingkan sapi dari darah lainnya, baik dalam kriteria bobot sapi dan juga kualitas sapi berotot.
Sementara Kadis peternakan Sulsel Abdul Azis mengatakan dengan kegiatan ini dapat memberikan dorongan kepada peternak untuk mendorong inseminasi buatan kepada sapi betina sehingga kesejahteraan petani dapat ditingkatkan.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi para pemenang kontes dan juga pembagian bibit cengkih kepada petani untuk 100 hektare lahan di Bulukumba.
Pewarta : Surya
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
