FKM Unhas kolaborasi riset internasional
Senin, 13 Agustus 2018 20:44 WIB
Ilustrasi - Penelitian (adoptionresearchprojects.com)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melakukan kerja sama penelitian yang melibatkan kolaborasi institusi terkenal di dunia seperti Monash University Australia, Stanford University USA, Cambridge University UK, Asian Development Bank (ADB).
Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman di Makassar, Senin, mengatakan riset mengenai Revitalizing Informal Settlement and Their Environments (RISE) dimaksudkan untuk melakukan uji coba pendekatan baru dalam perbaikan lingkungan kumuh dengan pendekatan "Water Sensitive City (WSC)" atau Kota Peka Air.
"Dan sudah diujicobakan di kota besar tetapi belum diketahui bagaimana aplikasinya di negara berkembang khususnya daerah kumuh perkotaan," katanya.
Tujuan penelitian RISE adalah membuktikan bahwa pendekatan lokal yang peka air dalam revitalisasi ?pemukiman kumuh dapat menghasilkan perbaikan kesehatan dan lingkungan berkelanjutan.
Pendekatan ini juga hemat biaya serta membuka jalan untuk penerapannya di kawasan Asia Pasifik dan seluruh dunia.
Ada dua negara lokasi kegiatan penelitian ini yaitu di Kota Suva, Fiji (salah satu negara di Pasifik Selatan) dan Makassar, Indonesia. Riset ini akan berlangsung selama 5 tahun.
Wellcome Trust dan ADB memberikan biaya untuk riset yang telah berlangsung selama hampir setahun untuk tahap persiapan. Saat ini telah dilaksanakan pengembangan laboratorium dan persiapan 12 titik lokasi riset.
FKM Unhas mengembangkan laboratorium baru dengan peralatan terbaru untuk mendukung riset RISE.
Dekan FKM Unhas (Dr. Aminuddin Syam SKM, MKes M Med Ed) didampingi oleh plt Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Sukri Palutturi, PhD) menerima kedatangan 6 peneliti dari Monash Australia dan Stanford Univeristy Amerika untuk membantu persiapan riset.
Keenam peneliti tersebut adalah: Dr. Joanne O`Toole, Dr Fiona Barker, Dr. Audley Lin, Prof David Johnston, Dr Rohan Sweeney dan Dr Matthew Frech.
Dekan FKM berharap ke depan mereka dapat memberikan kuliah tamu secara bergantian untuk mahasiswa baik S1, S2 maupun S3 sehingga tidak FKM tidak hanya kuat secara riset tetapi juga dari sisi pengajaran.
Riset RISE di FKM Unhas dipimpin oleh Ansariadi PhD sebagai "Principle Investigator" dan "Senior Lead."
Selama lima tahun para peneliti dari berbagai institusi kolaborator akan mengunjungi Unhas untuk penelitian ini dan kegiatan lain seperti kuliah tamu dan membukan kerjasama riset yang lain di bidang kesehatan masyarakat.
Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin Ishaq Rahman di Makassar, Senin, mengatakan riset mengenai Revitalizing Informal Settlement and Their Environments (RISE) dimaksudkan untuk melakukan uji coba pendekatan baru dalam perbaikan lingkungan kumuh dengan pendekatan "Water Sensitive City (WSC)" atau Kota Peka Air.
"Dan sudah diujicobakan di kota besar tetapi belum diketahui bagaimana aplikasinya di negara berkembang khususnya daerah kumuh perkotaan," katanya.
Tujuan penelitian RISE adalah membuktikan bahwa pendekatan lokal yang peka air dalam revitalisasi ?pemukiman kumuh dapat menghasilkan perbaikan kesehatan dan lingkungan berkelanjutan.
Pendekatan ini juga hemat biaya serta membuka jalan untuk penerapannya di kawasan Asia Pasifik dan seluruh dunia.
Ada dua negara lokasi kegiatan penelitian ini yaitu di Kota Suva, Fiji (salah satu negara di Pasifik Selatan) dan Makassar, Indonesia. Riset ini akan berlangsung selama 5 tahun.
Wellcome Trust dan ADB memberikan biaya untuk riset yang telah berlangsung selama hampir setahun untuk tahap persiapan. Saat ini telah dilaksanakan pengembangan laboratorium dan persiapan 12 titik lokasi riset.
FKM Unhas mengembangkan laboratorium baru dengan peralatan terbaru untuk mendukung riset RISE.
Dekan FKM Unhas (Dr. Aminuddin Syam SKM, MKes M Med Ed) didampingi oleh plt Wakil Dekan Bidang Akademik dan Pengembangan, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Prof. Sukri Palutturi, PhD) menerima kedatangan 6 peneliti dari Monash Australia dan Stanford Univeristy Amerika untuk membantu persiapan riset.
Keenam peneliti tersebut adalah: Dr. Joanne O`Toole, Dr Fiona Barker, Dr. Audley Lin, Prof David Johnston, Dr Rohan Sweeney dan Dr Matthew Frech.
Dekan FKM berharap ke depan mereka dapat memberikan kuliah tamu secara bergantian untuk mahasiswa baik S1, S2 maupun S3 sehingga tidak FKM tidak hanya kuat secara riset tetapi juga dari sisi pengajaran.
Riset RISE di FKM Unhas dipimpin oleh Ansariadi PhD sebagai "Principle Investigator" dan "Senior Lead."
Selama lima tahun para peneliti dari berbagai institusi kolaborator akan mengunjungi Unhas untuk penelitian ini dan kegiatan lain seperti kuliah tamu dan membukan kerjasama riset yang lain di bidang kesehatan masyarakat.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FKM Unhas tingkatkan wawasan pada Pertemuan JITMM Thailand
24 December 2024 22:17 WIB, 2024
Mahasiswa program doktoral FKM Unhas berkunjung ke Kedubes RI di Qatar
29 November 2024 0:41 WIB, 2024
FKM UNHAS Initiates Collaboration with GSPH SNU to Strengthen International Cooperation in Public Health
17 November 2024 9:20 WIB, 2024
Peneliti Australia bahas pemetaan spasial TB dan Diabetes di Indonesia
12 November 2024 15:10 WIB, 2024
Guru Besar Unhas menjadi pembahas di konferensi kesehatan terbesar Asia
04 November 2024 18:02 WIB, 2024
Dies Natalis ke-42, FKM Unhas lakukan 26 kegiatan pengabdian masyarakat di Maros
03 November 2024 6:40 WIB, 2024
Terpopuler - Iptek
Lihat Juga
Menristek: Forum Indonesia-Prancis tingkatkan iklim penelitian di Indonesia
31 October 2019 12:09 WIB, 2019