Layanan BKGN di Makassar sasar 1.500 orang
Kamis, 11 Oktober 2018 21:01 WIB
Dekan FKG Unhas Prof Dr drg Baharuddin Thalib (kanan) bersama Kadis Kesehatan Sulsel Dr Bachtiar Baso pada peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 di RSGM Universitas Hasanuddin, Kamis (11 /10). (Antaranews Sulsel/S.Mappong/18)
Makassar (Antaranews Sulsel) - Layanan kesehatan dengan pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis pada peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018 di Makassar siap menyasar 1.500 orang.
"Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Unilever bekerja sama untuk memberikan layanan gratis pemeriksaan gigi mulut, juga edukasi pada masyarakat," kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Prof Dr drg Baharuddin Thalib di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kerja sama ini sudah yang kesembilan tahun dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin dan layanan kesehatan tersebut berlangsung mulai 11 - 13 Oktober 2018.
Dia mengatakan, pada awal tahun kegiatan pasien dijemput untuk datang memeriksakan giginya, namun beberapa tahun terakhir antusiasme masyarakat memeriksakan sendiri kesehatan giginya sudah meningkat.
"Sekarang sudah datang sendiri atas kesadaran sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel Dr Bachtiar Baso mengatakan, untuk mengeliminasi prevalensi caries (gigi berlubang) yang masih 35 persen di Sulsel atau tertinggi ketiga nasional, pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan para pemangku kebijakan dalam mencapai target 2030 Indonesia bebas caries.
Sebagai gambaran, pihak FKG Unhas mewajibkan satu mahasiswa FKG untuk mengawasi dan mengedukasi satu rumah tangga agar terhindar dari masalah gigi dan mulut.
Sementara itu, Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc mengatakan, pada peringatan BKGN 2018, tema yang diusung adalah Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi.
Hal itu dinilai penting, karena ada anggapan masyarakat bahwa memakan makanan yang tidak manis aman bagi gigi. Padahal makanan seperti berasa, ketupat dan sebagainya juga memiliki kadar gula yang tinggi karena mengandung karbohidrat.
Berkaitan dengan itu, lanjut dia, penting menyosialisasikan hal tersebut agar keluarga terhindar dari persoalan gigi dan juga penyakit diabetes.
"Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Unilever bekerja sama untuk memberikan layanan gratis pemeriksaan gigi mulut, juga edukasi pada masyarakat," kata Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin Prof Dr drg Baharuddin Thalib di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kerja sama ini sudah yang kesembilan tahun dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Hasanuddin dan layanan kesehatan tersebut berlangsung mulai 11 - 13 Oktober 2018.
Dia mengatakan, pada awal tahun kegiatan pasien dijemput untuk datang memeriksakan giginya, namun beberapa tahun terakhir antusiasme masyarakat memeriksakan sendiri kesehatan giginya sudah meningkat.
"Sekarang sudah datang sendiri atas kesadaran sendiri," ujarnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel Dr Bachtiar Baso mengatakan, untuk mengeliminasi prevalensi caries (gigi berlubang) yang masih 35 persen di Sulsel atau tertinggi ketiga nasional, pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan para pemangku kebijakan dalam mencapai target 2030 Indonesia bebas caries.
Sebagai gambaran, pihak FKG Unhas mewajibkan satu mahasiswa FKG untuk mengawasi dan mengedukasi satu rumah tangga agar terhindar dari masalah gigi dan mulut.
Sementara itu, Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia drg Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc mengatakan, pada peringatan BKGN 2018, tema yang diusung adalah Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi.
Hal itu dinilai penting, karena ada anggapan masyarakat bahwa memakan makanan yang tidak manis aman bagi gigi. Padahal makanan seperti berasa, ketupat dan sebagainya juga memiliki kadar gula yang tinggi karena mengandung karbohidrat.
Berkaitan dengan itu, lanjut dia, penting menyosialisasikan hal tersebut agar keluarga terhindar dari persoalan gigi dan juga penyakit diabetes.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Amirullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FKG UMI Makassar : 56,3 persen masyarakat Sulsel miliki kebiasaan minum manis
08 November 2023 19:05 WIB, 2023
Program "Indonesia Tersenyum" melalui BKGN beri manfaat 250 ribu sasaran
13 September 2019 13:13 WIB, 2019
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020