USAID JALIN fokus dampingi enam kabupaten
Kamis, 15 November 2018 7:19 WIB
Arsip. Plt Kadis Kesehatan Sulsel Dr dr Bachtiar Baso, M.Kes pada pertemuan stakeholder program JALIN USAid - Pemprov Sulsel di Makassar,Kamis (2/8). Foto ANTARA/S. Mappong/18.
Makassar (Antaranews Sulsel) - Lembaga donor Pemerintah Amerika Serikat, USAID JALIN fokus melakukan pendampingan di enam kabupaten di Sulawesi Selatan yang tercacat memiliki kasus kematian ibu dan bayi baru lahir relatif tinggi.
"Kami di sini sebagai fasilitator yang menjembatani pemerintah dan masyarakat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Sulsel dengan fokus pendampingan di enam kabupaten," kata Regional Manager USAID JALIN Sulsel dr Willy Kumurur di sela Focus Discussion Group (FGD) dengan media di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, pentingnya pendampingan itu dilakukan di enam kabupaten yakni Gowa, Bone, Sinjai, Jeneponto, Pangkajene dan Kepulauan agar dapat membantu percepatan program pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel pada 2017 diketahui, sebesar 77 persen bayi (sampai usia 11 bulan) di Sulsel terjadi pada masa neonatal (0-28 hari) dan jumlah kematian tertinggi ditemukan di Kabupaten Jeneponto (79 kasus), diikuti Kabupaten Bone (61 kasus) dan Kabupaten Gowa (60 kasus).
Sementara dari 21 kabupaten dan 3 kota di Sulsel pada 2017, terdapat 115 kematian ibu dan 817 kematian bayi baru lahir. Dari jumlah 115 kematian ibu terdapat 11 persen angka kematian ibu di Kabupaten Gowa sebagai pemicu kasus kematian tertinggi sepanjang 2017.
Kalau dari segi penyebabnya, sebanyak 88 persen ibu di Sulsel meninggal akibat minimnya fasilitas kesehatan. Sedang pendarahan dan hipertensi juga menjadi penyebab utama kematian ibu.
"Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir pada masa-masa yang yang akan datang," katanya.
"Kami di sini sebagai fasilitator yang menjembatani pemerintah dan masyarakat dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Sulsel dengan fokus pendampingan di enam kabupaten," kata Regional Manager USAID JALIN Sulsel dr Willy Kumurur di sela Focus Discussion Group (FGD) dengan media di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, pentingnya pendampingan itu dilakukan di enam kabupaten yakni Gowa, Bone, Sinjai, Jeneponto, Pangkajene dan Kepulauan agar dapat membantu percepatan program pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel pada 2017 diketahui, sebesar 77 persen bayi (sampai usia 11 bulan) di Sulsel terjadi pada masa neonatal (0-28 hari) dan jumlah kematian tertinggi ditemukan di Kabupaten Jeneponto (79 kasus), diikuti Kabupaten Bone (61 kasus) dan Kabupaten Gowa (60 kasus).
Sementara dari 21 kabupaten dan 3 kota di Sulsel pada 2017, terdapat 115 kematian ibu dan 817 kematian bayi baru lahir. Dari jumlah 115 kematian ibu terdapat 11 persen angka kematian ibu di Kabupaten Gowa sebagai pemicu kasus kematian tertinggi sepanjang 2017.
Kalau dari segi penyebabnya, sebanyak 88 persen ibu di Sulsel meninggal akibat minimnya fasilitas kesehatan. Sedang pendarahan dan hipertensi juga menjadi penyebab utama kematian ibu.
"Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir pada masa-masa yang yang akan datang," katanya.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar dan Kota Kawasaki jalin kerja sama infrastruktur air bersih
26 November 2025 12:37 WIB
Telkomsel jalin kerja sama strategis dengan Universitas Ciputra Makassar
25 November 2024 20:29 WIB, 2024
Manajemen PLN UID Sulselrabar memperkuat sinergi dengan Kapolda Sulsel
19 October 2024 1:36 WIB, 2024
Pemkab Maros dan Pemerintah Inggriis jalin kerja sama pelestarian ekologi
20 September 2024 0:36 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020