Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menyepakati kerja sama antar daerah dalam pemenuhan bahan pangan strategis.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap Nasruddin Waris di Makassar, Jumat, mengatakan penandatanganan kerja sama itu bagian dari upaya pemenuhan bahan pangan di wilayah Tomohon.
"Kabupaten Sidrap merupakan salah satu penghasil beras dan berbagai komoditas di Sulawesi Selatan yang produksinya cukup melimpah. Kerja sama ini bagian dari upaya pemenuhan bahan pangan di Tomohon dan pendistribusian bahan pangan yang dihasilkan di Sidrap," ujarnya.
Penandatanganan kerja sama itu oleh Pemkot Tomohon juga dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tomohon Lilly E. Solang.
Nasruddin Waris menjelaskan kerja sama ini bertujuan mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan yang dapat memicu peningkatan harga dan inflasi.
Melalui kerja sama antar daerah, sambungnya, kedua pihak berharap tercipta pemerataan ketersediaan bahan pangan sesuai potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.
“Dengan kerja sama ini, diharapkan distribusi bahan pangan lebih lancar dan harga tetap stabil, sehingga dapat membantu menjaga ketahanan pangan daerah,” ucap Nasruddin.
Adapun produksi padi di Kabupaten Sidrap pada 2024 mencapai 447.856 ton dengan luas lahan panen 86.549 hektare. Sedangkan produksi beras mencapai 256.996 ton.
Kabupaten Sidrap sendiri berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kebutuhan beras masyarakat Sidrap hanya 35.000 ton per tahun.
Penandatanganan kerja sama juga turut dihadiri, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Sidrap, Ibrahim, dan Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sidrap Muhammad Basri.

