Gubernur Sulsel ajak bupati/wali kota berantas stunting
Senin, 31 Desember 2018 21:33 WIB
Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah (kiri) memberi sambutan saat melantik Bupati dan Wakil Jeneponto terpilih, Iksan Iskandar-Paris Yasir dan bupati dan wakil Bupati Sidrap, Dollah Mando-Mahmud Yusuf di Makassar, Senin (31/12). Foto Antara/Abd Kadir/18
Makassar (Antaranews Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengajak para bupati dan wali kota untuk bahu membahu memberantas stunting yang masih menjadi masalah cukup serius di provinsi tersebut.
Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar, Senin mengatakan hal itu pada saat memberikan sambutan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto dan Sidenreng Rappang (Sidrap) masa jabatan 2018-2023 di Ruang Pola Kantor Gubernur, Makassar, Senin.
"Persoalan stunting merupakan sebuah masalah di masyarakat karena sejak lahir, pertumbuhan bayi begitu lambat akibat kurang gizi. Saya titip ke bupati mari sama-sama menanganinya," ucapnya.
Stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Adapun penyebab utama disebutkan karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
Sesuai data yang ada, kata dia, kejadian stunting terbesar saat ini ditempati Kabupaten Enrekang.
Berdasarkan dari data yang ada, pada tahun ini Enrekang memiliki angka stunting hingga mencapai 45,8 persen yang tentu harus menjadi perhatian khususnya para kepala daerah.
Sebelumnya, Dinas kesehatan (Dinkes) Enrekang telah berupaya memberantas atau menekan jumlah penderita stunting di daerah itu.
Hal itu dibuktikan dengan melaunching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (Gempita) pada Oktober 2018.
Gubernur Nurdin Abdullah di Makassar, Senin mengatakan hal itu pada saat memberikan sambutan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto dan Sidenreng Rappang (Sidrap) masa jabatan 2018-2023 di Ruang Pola Kantor Gubernur, Makassar, Senin.
"Persoalan stunting merupakan sebuah masalah di masyarakat karena sejak lahir, pertumbuhan bayi begitu lambat akibat kurang gizi. Saya titip ke bupati mari sama-sama menanganinya," ucapnya.
Stunting merupakan sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Adapun penyebab utama disebutkan karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.
Sesuai data yang ada, kata dia, kejadian stunting terbesar saat ini ditempati Kabupaten Enrekang.
Berdasarkan dari data yang ada, pada tahun ini Enrekang memiliki angka stunting hingga mencapai 45,8 persen yang tentu harus menjadi perhatian khususnya para kepala daerah.
Sebelumnya, Dinas kesehatan (Dinkes) Enrekang telah berupaya memberantas atau menekan jumlah penderita stunting di daerah itu.
Hal itu dibuktikan dengan melaunching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting (Gempita) pada Oktober 2018.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III DPR: Pemecatan Dirnarkoba terkait pemerasan DWP sudah tepat
02 January 2025 12:19 WIB, 2025
DPR RI hargai keputusan Presiden Prabowo setujui capim KPK pilihan Jokowi
13 November 2024 7:55 WIB, 2024
Kementerian PANRB gelar forum diskusi refleksi kinerja Jokowi-Ma'ruf
10 October 2024 10:40 WIB, 2024
Menteri PANRB : ASN yang pasangannya maju pada Pilkada 2024 wajib jaga netralitas
08 October 2024 10:23 WIB, 2024
Menteri PANRB menerbitkan surat edaran tentang tindak tegas ASN pelaku "judol"
24 September 2024 14:47 WIB, 2024
Menteri PANRB memastikan pelamar seleksi CPNS tidak ada yang dirugikan
05 September 2024 21:21 WIB, 2024
Menpan-RB meminta Pemda efisienkan aplikasi untuk pelayanan masyarakat
27 August 2024 19:01 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020