Warga keluhkan maraknya peredaran kosmetik palsu
PENYITAAN KOSMETIK ILEGAL Petugas mengelompokkan sejumlah kosmetik sitaan yang rencananya akan diracik ulang dan dijual secara online, di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3). Sebanyak 94 jenis kosmetik mengandung mercuri dan tanpa surat izin edar senilai Rp1 miliar diamankan BPOM Makassar. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/Rei/ama/15.
"Banyak beredar dan umumnya itu di jual secara online dan banyak di media sosial," ujar Dg Nutang saat menghadiri sosialisasi bahaya obat, makanan dan kosmetik palsu yang diselenggerakan oleh Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Balai Bedar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar, Selasa.
Dia mengatakan bahaya kosmetik palsu itu sudah menimpa anggota keluarganya dan beberapa rekan-rekannya karena terpedaya dengan janji serta bukti palsu penggunaan kosmetik tersebut.
Dg Nutang menyatakan kosmetik palsu yang umumnya dipakai menawarkan hasil maksimal yakni memutihkan dan melembutkan kulit hanya dengan beberapa kali pemakaian.
"Banyak sekali keluarga dan teman-teman saya yang jadi korban kosmetik palsu. Kosmetik palsu yang saat dipakai langsung terkelupas kulit wajah dan menjadi merah," katanya.
Warga lainnya, Adam juga menyampaikan keluhan yang sama karena ada kerabatnya juga menjadi korban dari kosmetik yang menawarkan pemutih wajah dan kulit tersebut.
"Saya berharap pihak terkait bisa rutin melakukan pemeriksaan-pemeriksaan karena sudah banyak yang jadi korban. Kami tidak ingin lebih banyak lagi warga yang jadi korbannya," katanya.
Anggota Komisi IX DPR Aliyah Mustika Ilham mengingatkan pentingnya mengecek label saat membeli produk kosmetik dan makanan kemasan.
"Itu bisa dipastikan tidak terdaftar di BPOM, nah di sini lah pentingnya kita mengecek produk, jangan sekali-kali kita memakai produk yang tidak terdaftar di BPOM karena kandungannya tidak ditahu, apakah membahayakan atau tidak. Sayangi kulit kita, sayangi tubuh kita jangan sampai menjadi masalah," ucap Aliyah.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pembeli rumah di Makassar keluhkan pengembang kabur dan tak serahkan fasum, ini dampaknya
28 October 2025 20:48 WIB
Masalah City tak kunjung selesai, Pep Guardiola keluhkan banyak pemainnya yang cedera
28 December 2024 9:47 WIB, 2024
Pelatih Real Madrid Ancelotti keluhkan jadwal sepak bola sangat membebani para pemain
03 February 2023 5:58 WIB, 2023
Warga dari berbagai daerah di China keluhkan kesulitan masuk Beijing
09 November 2022 12:18 WIB, 2022
Piala AFF U-19 2022 - Pelatih Timnas Indonesia keluhkan petasan-"flare" ganggu pemain
03 July 2022 12:08 WIB, 2022
Apkasindo temui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko keluhkan anjloknya harga TBS
25 June 2022 13:19 WIB, 2022
SEA Games 2021 - Shin Tae-yong keluhkan lapangan latihan timnas U-23 Indonesia di Vietnam
04 May 2022 20:56 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020