Dinkes Kota Makassar sidak jajanan takjil buka puasa
Senin, 6 Mei 2019 14:45 WIB
Tim kesehatan melakukan pemeriksaan penganan takjil buka puasa, Senin (6/5/2019). (ANTARA/Muh Hasanuddin)
Makassar (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk penganan takjil berbuka puasa di pasar tradisional Terong Makassar.
"Hari pertama puasa langsung kita gelar sidak ke Pasar Terong karena ini adalah pasar tradisional terbesar dan terlengkap di Makassar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan pantauannya itu pihaknya belum menemukan adanya penganan takjil berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya.
Naisyah menyatakan sidak yang setiap tahun digelarnya ketika bulan Ramadhan tiba cukup efektif memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pedagang agar tidak menjajakan takjil yang mengandung bahan berbahaya.
"Hasilnya tak ada lagi pedagang nakal yang berani menjual takjilnya menggunakan formalin. Tiap tahun kita gelar sidak dan tahun ini langsung di awal Ramadhan," katanya.
Dia menjelaskan pemeriksaan untuk setiap takjil yang dijajakan pedagang dilakukan dengan menggunakan rapid test juga mengambil sampel untuk pengujian secara detil di laboratorium.
Sedangkan pada pemeriksaan awal pada semua takjil di antaranya cendol, kolang kaling, biji mutiara dan lainnya semuanya murni menggunakan bahan alami tanpa zat kimia seperti pewarna, boraks maupun formalin.
Dokter Naisyah menyatakan sidak takjil akan tetap dilanjutkan ke beberapa pasar tradisional maupun lokasi-lokasi lainnya, namun untuk kapan waktunya, dirinya masih merahasiakannya.
"Kalau kita bilang sekarang, itu bukan sidak lagi. Yang pasti masih akan turun lagi dan di mana tempatnya nanti akan kami kabari lagi," ucapnya.
"Hari pertama puasa langsung kita gelar sidak ke Pasar Terong karena ini adalah pasar tradisional terbesar dan terlengkap di Makassar," ujar Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Naisyah Tun Azikin di Makassar, Senin.
Ia mengatakan berdasarkan pantauannya itu pihaknya belum menemukan adanya penganan takjil berbuka puasa yang mengandung bahan berbahaya.
Naisyah menyatakan sidak yang setiap tahun digelarnya ketika bulan Ramadhan tiba cukup efektif memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pedagang agar tidak menjajakan takjil yang mengandung bahan berbahaya.
"Hasilnya tak ada lagi pedagang nakal yang berani menjual takjilnya menggunakan formalin. Tiap tahun kita gelar sidak dan tahun ini langsung di awal Ramadhan," katanya.
Dia menjelaskan pemeriksaan untuk setiap takjil yang dijajakan pedagang dilakukan dengan menggunakan rapid test juga mengambil sampel untuk pengujian secara detil di laboratorium.
Sedangkan pada pemeriksaan awal pada semua takjil di antaranya cendol, kolang kaling, biji mutiara dan lainnya semuanya murni menggunakan bahan alami tanpa zat kimia seperti pewarna, boraks maupun formalin.
Dokter Naisyah menyatakan sidak takjil akan tetap dilanjutkan ke beberapa pasar tradisional maupun lokasi-lokasi lainnya, namun untuk kapan waktunya, dirinya masih merahasiakannya.
"Kalau kita bilang sekarang, itu bukan sidak lagi. Yang pasti masih akan turun lagi dan di mana tempatnya nanti akan kami kabari lagi," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Makassar suarakan penerapan kawasan tanpa rokok di forum APCAT Summit
27 January 2026 17:05 WIB
Wali Kota Makassar kerahkan personel BPBD cari pesawat ATR 400 hilang di Maros
18 January 2026 5:16 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020