DKP Makassar sempurnakan program Lorong Garden
Rabu, 8 Mei 2019 15:03 WIB
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (kedua kiri) didampingi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (kiri) saat mengunjungi salah satu Lorong Garden di Jalan Toddopulli II Makassar, beberapa waktu lalu (dok Antara Sulsel)
Makassar (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Makassar siap menyempurnakan program Lorong Garden (Longgar) dan Badan Usaha Lorong (Bulo) yang dijalankan dalam tiga tahun terakhir.
"Program Longgar dan Bulo ini kan masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 dan di akhir masa ini, akan kami sempurnakan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar Sri Sulsilawati di Makassar, Rabu.
Sri mengatakan program tersebut telah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit di lorong untuk budi daya tanaman pangan.
"Makassar salah satu kota besar dan metropolitan di Indonesia, tentunya lahan kosong sudah sangat susah didapat. Tapi itu bukan kendala untuk bisa berkreasi dan berinovasi, program yang kita tawarkan ke masyarakat cukup diminati dan berhasil," katanya.
"Hasil pendataan kami itu ada 7.200 lebih lorong di Makassar dan ini yang kami manfaatkan. Zaman sudah modern, pola cocok tanam juga tidak mesti harus di kebun atau di persawahan tapi lorong-lorong bisa kita manfaatkan," ia menambahkan.
Ia mengatakan pemerintah juga berencana memaksimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini dibiarkan "tidur" untuk kegiatan pertanian.
"Program Longgar dan Bulo ini kan masuk dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 dan di akhir masa ini, akan kami sempurnakan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar Sri Sulsilawati di Makassar, Rabu.
Sri mengatakan program tersebut telah mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan sempit di lorong untuk budi daya tanaman pangan.
"Makassar salah satu kota besar dan metropolitan di Indonesia, tentunya lahan kosong sudah sangat susah didapat. Tapi itu bukan kendala untuk bisa berkreasi dan berinovasi, program yang kita tawarkan ke masyarakat cukup diminati dan berhasil," katanya.
"Hasil pendataan kami itu ada 7.200 lebih lorong di Makassar dan ini yang kami manfaatkan. Zaman sudah modern, pola cocok tanam juga tidak mesti harus di kebun atau di persawahan tapi lorong-lorong bisa kita manfaatkan," ia menambahkan.
Ia mengatakan pemerintah juga berencana memaksimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang selama ini dibiarkan "tidur" untuk kegiatan pertanian.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lorong PKK Kelurahan Mangasa Makassar dijadikan percontohan kampung PKK
16 October 2024 20:32 WIB, 2024
PKK Makassar dorong pemanfaatan lorong wisata untuk kemandirian ekonomi
20 August 2024 19:14 WIB, 2024
Diskominfo Kota Makassar dorong pembentukan KIM promosikan Lorong Wisata
26 April 2024 17:55 WIB, 2024
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020