BPPD Sulsel sebut wisman Malaysia dominasi kunjungan ke Makassar
Senin, 26 Agustus 2019 19:01 WIB
Direktur Eksekutif BPPD Sulsel Hendra Nick Arthur
Makassar (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan menyebutkan wisatawan mancanegara asal Malaysia masih mendominasi kunjungan wisata ke Makassar.
"Kalau berdasarkan data kami dan data periodik yang dikeluarkan oleh BPS Sulsel itu sama, masih turis asal Malaysia yang selalu dominasi tiap bulannya," ujar Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Hendra Nick Arthur di Makassar, Senin.
Ia mengatakan data-data wisman yang dirilis tiap bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sejak Maret hingga Juni 2019 tercatat angka turis serumpun Melayu itu mendominasi hingga lebih dari 50 persen dari seluruh wisman ke Makassar.
Untuk data Maret 2019, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar pada mencapai 1.850 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat 33,19 persen jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Februari 2019 yang mencapai 1.389 kunjungan.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2018 maka terjadi peningkatan sebesar 68,33 persen yang mana jumlah kunjungan Maret 2018 sebesar 1.099 kunjungan.
Khusus untuk wisman Malaysia mendominasi dengan 989 kunjungan pada Maret 2019. Setelahnya itu, terjadi penurunan kunjungan hingga Juni 2019.
Berdasarkan data dari BPS Sulsel, pada April 2019, turun menjadi 742 kunjungan, Mei sebanyak 641 kunjungan dan Juni sebanyak 766 orang kunjungan. Selama empat bulan terakhir, jumlah turis Malaysia ke Makassar terus menurun.
"Malaysia masih yang terbanyak selama setengah tahun ini. Setelah itu ada wisman Australia dan lainnya. Untuk Australia juga mengalami peningkatan pesat karena Februari hanya 9 kunjungan lalu Maret naik menjadi 122 kunjungan. Dari segi persentase, lebih dari 1000 persen," ungkapnya.
"Kalau berdasarkan data kami dan data periodik yang dikeluarkan oleh BPS Sulsel itu sama, masih turis asal Malaysia yang selalu dominasi tiap bulannya," ujar Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan, Hendra Nick Arthur di Makassar, Senin.
Ia mengatakan data-data wisman yang dirilis tiap bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sejak Maret hingga Juni 2019 tercatat angka turis serumpun Melayu itu mendominasi hingga lebih dari 50 persen dari seluruh wisman ke Makassar.
Untuk data Maret 2019, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar pada mencapai 1.850 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat 33,19 persen jika dibandingkan dengan jumlah wisman pada Februari 2019 yang mencapai 1.389 kunjungan.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Maret 2018 maka terjadi peningkatan sebesar 68,33 persen yang mana jumlah kunjungan Maret 2018 sebesar 1.099 kunjungan.
Khusus untuk wisman Malaysia mendominasi dengan 989 kunjungan pada Maret 2019. Setelahnya itu, terjadi penurunan kunjungan hingga Juni 2019.
Berdasarkan data dari BPS Sulsel, pada April 2019, turun menjadi 742 kunjungan, Mei sebanyak 641 kunjungan dan Juni sebanyak 766 orang kunjungan. Selama empat bulan terakhir, jumlah turis Malaysia ke Makassar terus menurun.
"Malaysia masih yang terbanyak selama setengah tahun ini. Setelah itu ada wisman Australia dan lainnya. Untuk Australia juga mengalami peningkatan pesat karena Februari hanya 9 kunjungan lalu Maret naik menjadi 122 kunjungan. Dari segi persentase, lebih dari 1000 persen," ungkapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB
Sulbar tampilkan tenun Sekomandi dan Saqbe Mandar di ajang Fesyar KTI 2025
04 September 2025 19:03 WIB
Kemenpar gandeng BIMP-EAGA jajaki potensi wisata Geopark Rammang-Rammang Maros
23 August 2025 17:28 WIB