Dinas Damkar Rejang Lebong tangani 22 kasus Karhutla
Selasa, 17 September 2019 22:12 WIB
Petugas Damkar Rejang Lebong memadamkan kebakaran yang melanda kebun karet milik warga Kecamatan Padang Ulak Tanding. (Foto dok.Damkar Rejang Lebong)
Rejang Lebong (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mereka tangani terhitung 31 Juli sampai pertengahan September mencapai 22 kasus.
Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong, Sumardi di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah itu paling banyak terjadi dalam wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding.
"Sampai dengan hari ini, jumlah kasus kebakaran lahan yang kita tangani sudah ada 22 kasus, tetapi lahan yang terbakar ini langsung berhasil dipadamkan petugas dengan dibantu anggota TNI/Polri, BPBD dan masyarakat," jelas dia.
Dari 22 kasus kebakaran hutan dan lahan yang terbakar ini kata dia, dengan luasan 0,5 hektare dan terluas 2 hektare sehingga totalnya berkisar 17 hektare.
Kasus kebakaran lahan kosong dan kebun baik karet maupun sawit milik warga tersebut, kebanyakan disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan sehingga saat musim kemarau seperti saat ini bisa langsung menyulut kebakaran lahan sehingga merambat areal perkebunan maupun pemukiman warga.
Adapun sebaran kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong yang berhasil mereka tangani antara lain dalam wilayah Kecamatan Selupu Rejang, Binduriang, Bermani Ulu, dan Kecamatan Kota Padang masing-masing dua kali kejadian.
Selanjutnya Bermani Ulu Raya, Sindang Beliti Ulu dan Kecamatan Curup Utara satu kejadian.
Sedangkan untuk kecamatan terbanyak adalah Padang Ulak Tanding yang mencapi 11 kejadian, di mana lokasi paling sering terjadi kebakaran lahan dan perkebunan yang berada di Desa Guru Agung, Karang Baru, Muara Talita, Kasie Kasubun.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pihaknya mengimbau, kalangan masyarakat tersebar dalam 15 kecamatan agar tidak membakar lahan yang akan dijadikan perkebunan baru karena rentan menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, warga juga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, kemudian membakar sampah harus ditunggui dan tidak boleh dilakukan di dekat lahan kosong.
Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong, Sumardi di Rejang Lebong, Selasa, mengatakan kasus kebakaran hutan dan lahan di daerah itu paling banyak terjadi dalam wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding.
"Sampai dengan hari ini, jumlah kasus kebakaran lahan yang kita tangani sudah ada 22 kasus, tetapi lahan yang terbakar ini langsung berhasil dipadamkan petugas dengan dibantu anggota TNI/Polri, BPBD dan masyarakat," jelas dia.
Dari 22 kasus kebakaran hutan dan lahan yang terbakar ini kata dia, dengan luasan 0,5 hektare dan terluas 2 hektare sehingga totalnya berkisar 17 hektare.
Kasus kebakaran lahan kosong dan kebun baik karet maupun sawit milik warga tersebut, kebanyakan disebabkan puntung rokok yang dibuang sembarangan sehingga saat musim kemarau seperti saat ini bisa langsung menyulut kebakaran lahan sehingga merambat areal perkebunan maupun pemukiman warga.
Adapun sebaran kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong yang berhasil mereka tangani antara lain dalam wilayah Kecamatan Selupu Rejang, Binduriang, Bermani Ulu, dan Kecamatan Kota Padang masing-masing dua kali kejadian.
Selanjutnya Bermani Ulu Raya, Sindang Beliti Ulu dan Kecamatan Curup Utara satu kejadian.
Sedangkan untuk kecamatan terbanyak adalah Padang Ulak Tanding yang mencapi 11 kejadian, di mana lokasi paling sering terjadi kebakaran lahan dan perkebunan yang berada di Desa Guru Agung, Karang Baru, Muara Talita, Kasie Kasubun.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan pihaknya mengimbau, kalangan masyarakat tersebar dalam 15 kecamatan agar tidak membakar lahan yang akan dijadikan perkebunan baru karena rentan menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain itu, warga juga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, kemudian membakar sampah harus ditunggui dan tidak boleh dilakukan di dekat lahan kosong.
Pewarta : Nur Muhamad
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Buaya Riau dikirim ke Jakarta untuk diawetkan, di perutnya ada TV dan pisau
23 November 2025 9:04 WIB
Tersangka korupsi jalan layang di Pekanbaru segera ditahan KPK, siapa saja?
19 November 2025 13:55 WIB
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB
Warga binaan di Sulawesi Selatan hasilkan 2,6 ton bahan pangan saat panen raya
16 January 2026 19:32 WIB
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dilarikan ke rumah sakit usai terjatuh
06 January 2026 11:22 WIB
Mantan PM Malaysia Najib Razak dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas 25 dakwaan
27 December 2025 6:20 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim sebut kabinetnya perlu libatkan banyak tokoh muda
18 December 2025 6:58 WIB
Bentrok bersenjata perbatasan Kamboja-Thailand paksa lebih banyak sekolah ditutup
16 December 2025 10:46 WIB