Mamuju (ANTARA News)- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulbar mengimbau masyarakat untuk ikut dalam program Keluarga Berencana (KB) untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural di wilayah ini.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor BKKBN Sulbar, Dra.Hj.Rostiawaty Arhus, MM, di Mamuju, Jumat.

Menurutnya, tingginya angka kemiskinan di Sulbar juga diakibatkan karena rendahnya kesadaran masyarakat khususnya bagi keluarga pra sejahtera untuk ikut dalam program KB.

"Untuk menurunkan beban hidup khususnya bagi keluarga sasaran yakni masyarakat yang masuk kategori pra sejahtera  agar giat ikut ber KB, karena dengan ber KB maka akan mampu mengatur jarak angka kelahiran anak," kata dia.

Ia mengungkapkan, kualitas kehidupan masyarakat saat ini, termasuk di Sulbar menjadi salah satu tantangan tersendiri sehingga upaya pemenuhan hak dasar perlu mendapat perhatian serius oleh semua pihak dalam mengkampanyekan program KB.

"Kami minta semua pihak khususnya mitra BKKBN agar tetap mengkampanyekan program KB termasuk mass media untuk menyebarluaskan ke masyarakat luas tentang manfaat ikut serta dalam pogram KB," kata dia,

Rostiawaty mengungkapkan, meski Sulbar mendapat peringkat tertinggi dari 33 provinsi terkait tingkat pencapaian program KB 2009, namun, pencapaian itu harus disambut untuk tetap menggalakkan program KB guna pencapaian target nasional.

"Kita tidak inginkan keluarga kita tetap tertinggal dan melahirkan generasi yang  terbelakang dan membuat kemiskinan struktural tetap berlanjut. Artinya, orang miskin melahirkan generasi yang miskin pula sehingga kondisi itu harus kita hentikan melalui ikut dalam KB," ungkap dia.

Untuk memaksimalkan program KB, kata dia, pihaknya telah melakukan pelayanan KB dengan cara pemberian pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat seperti pembagian kondom gratis kepada keluarga pra sejahtera. (T.KR-ACO/S016)