Fasilitator Program Bangun Mandar Dibekali Ilmu
Jumat, 9 April 2010 19:39 WIB
Mamuju (ANTARA News)- Sebanyak 66 fasilitator "Bangun Mandar" salah satu program Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Berbasis Masyarakat, dibekali ilmu pelaksanaan tekhnis untuk menyukseskan program percepatan desa tertinggal di wilayah itu.
Kepala Dinas Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (PPMD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), H. Mulyadi Bintaha, S.pd, di Mamuju, Jumat, mengatakan, fasilitator dibekali ilmu tentang pelaksanaan teknis kegiatan sebelum diterjungkan ke desa sasaran yang akan dimulai pada tahun 2010.
"Para fasilitator "Bangun Mandar" kembali kami hadirkan untuk mendapatkan bimbingan langsung dari tim Unhas selaku insiator program ini termasuk dari Kepala Biro Perencanaan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Rusnady," kata dia.
Ia mengatakan, untuk tahun ini, para fasilitator akan melakukan pemetaan sosial bagi 66 desa yang akan tersentuh dalam program yang telah dicanangkan pada tahun anggaran ini.
"Untuk tahun ini, kami hanya melakukan pemetaan desa yang akan dilakukan dalam program tersebut," katanya.
Mulyadi mengungkapkan, informasi dari proses pemetaan itu harus mempunyai derajat utilisasi yang tinggi sehingga dapat mempercepat melakukan strategis operasional.
"Dalam proses pemetaan sosial ini, fasilitator harus menentukan strategi sosialisasi dan menentukan mitra lokal yang akan dapat dijadikan sebagai mitra dalam kerangka pelaksanaan program "Bangun Mandar" di tingkat desa/kelurahan," jelasnya.
Dikatakannya, pemetaan sosial tersebut juga berguna sebagai langkah awal orientasi dan pengenalan lokasi sasaran program "Bangun Mandar" sehingga fasilitator memahami karakteristik kondisi desa sasaran. (T.KR-ACO/S016)
Kepala Dinas Pemberdayaan Pembangunan Masyarakat Desa (PPMD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), H. Mulyadi Bintaha, S.pd, di Mamuju, Jumat, mengatakan, fasilitator dibekali ilmu tentang pelaksanaan teknis kegiatan sebelum diterjungkan ke desa sasaran yang akan dimulai pada tahun 2010.
"Para fasilitator "Bangun Mandar" kembali kami hadirkan untuk mendapatkan bimbingan langsung dari tim Unhas selaku insiator program ini termasuk dari Kepala Biro Perencanaan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Rusnady," kata dia.
Ia mengatakan, untuk tahun ini, para fasilitator akan melakukan pemetaan sosial bagi 66 desa yang akan tersentuh dalam program yang telah dicanangkan pada tahun anggaran ini.
"Untuk tahun ini, kami hanya melakukan pemetaan desa yang akan dilakukan dalam program tersebut," katanya.
Mulyadi mengungkapkan, informasi dari proses pemetaan itu harus mempunyai derajat utilisasi yang tinggi sehingga dapat mempercepat melakukan strategis operasional.
"Dalam proses pemetaan sosial ini, fasilitator harus menentukan strategi sosialisasi dan menentukan mitra lokal yang akan dapat dijadikan sebagai mitra dalam kerangka pelaksanaan program "Bangun Mandar" di tingkat desa/kelurahan," jelasnya.
Dikatakannya, pemetaan sosial tersebut juga berguna sebagai langkah awal orientasi dan pengenalan lokasi sasaran program "Bangun Mandar" sehingga fasilitator memahami karakteristik kondisi desa sasaran. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga pesisir Polewali Mandar Sulbar bangun tanggul darurat cegah abrasi
20 January 2025 20:22 WIB, 2025
TNI bersama warga Polewali Mandar bangun bronjong di jalan terputus
10 December 2022 12:09 WIB, 2022
Pengelola tawarkan eksotisme libur lebaran di wisata alam Rawa Bangun Polman
29 April 2022 12:48 WIB, 2022
Pemprov Sulbar bangun pelabuhan peti kemas di Silopo Polewali Mandar
19 September 2020 5:51 WIB, 2020
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Cegah anak putus sekolah, Pemprov Sulbar berikan beasiswa ke 2.006 siswa
11 September 2026 18:58 WIB