Hujan Satu Jam Makassar Tergenang
Kamis, 6 Mei 2010 3:01 WIB
Makassar (ANTARA News) - Hujan selama satu jam yang mengguyur Kota Makassar menyebabkan sebagian wilayah kota berjulukan "Anging Mammiri" ini tergenang, khususnya di Kawasan jalan layang (flyover) dan Tol Ir Sutami.
"Proyek jalan layang dan tol Ir Sutami ini tidak didukung dengan saluran air yang memadai, sehingga hujan satu jam saja bisa menyebabkan genangan air setinggi 20 centimeter," kata salah seorang pengguna jalan Amirullah di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, kedua mega proyek itu kurang mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim hujan. Alasannya, parit atau selokan yang disiapkan di sisi kiri kanan jalan terkesan dibuat seadanya.
Menurut dia, baik lebar maupun kedalam selokan dibuat seadanya. Bahkan di depan Gedung DJP Sulselbar dibuatkan saluran air tertutup, sehingga genangan air tidak lancar masuk ke saluran air itu, karena hanya ada beberapa titik untuk lubang pembuangan air dari badan Jalan Urip Sumoharjo.
Hal senada dikemukakan salah seorang warga Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya Sitti Rabiati.
Dia mengatakan, jalan Tol Ir Sutami hanya membuat saluran air di sekitar ujung tol. Sedangkan di kawasan yang terdapat sejumlah gudang, tidak memiliki saluran pembuangan.
Sehingga pada saat hujan, air akan tergenang dan memacetkan arus lalu lintas di sisi kiri dan kanan tol.
Berkaitan dengan hal tersebut, pemerhati lingkungan di Makassar Mustam Arif mengatakan, seharusnya setiap proyek harus mempertimbangkan matang-matang dampak lingkungannya.
"Jangan hanya mengejar penyelesaian proyek tepat waktu, sementara dampak yang ditimbulkan bagi publik diabaikan," kata.
Untuk itu, ia mengimbau agar pemerintah setempat atau yang berkompeten dapat memberikan teguran ataupun sanksi kepada pelaksana proyek untuk bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkannya. (T.S036/D009)
"Proyek jalan layang dan tol Ir Sutami ini tidak didukung dengan saluran air yang memadai, sehingga hujan satu jam saja bisa menyebabkan genangan air setinggi 20 centimeter," kata salah seorang pengguna jalan Amirullah di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan, kedua mega proyek itu kurang mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim hujan. Alasannya, parit atau selokan yang disiapkan di sisi kiri kanan jalan terkesan dibuat seadanya.
Menurut dia, baik lebar maupun kedalam selokan dibuat seadanya. Bahkan di depan Gedung DJP Sulselbar dibuatkan saluran air tertutup, sehingga genangan air tidak lancar masuk ke saluran air itu, karena hanya ada beberapa titik untuk lubang pembuangan air dari badan Jalan Urip Sumoharjo.
Hal senada dikemukakan salah seorang warga Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya Sitti Rabiati.
Dia mengatakan, jalan Tol Ir Sutami hanya membuat saluran air di sekitar ujung tol. Sedangkan di kawasan yang terdapat sejumlah gudang, tidak memiliki saluran pembuangan.
Sehingga pada saat hujan, air akan tergenang dan memacetkan arus lalu lintas di sisi kiri dan kanan tol.
Berkaitan dengan hal tersebut, pemerhati lingkungan di Makassar Mustam Arif mengatakan, seharusnya setiap proyek harus mempertimbangkan matang-matang dampak lingkungannya.
"Jangan hanya mengejar penyelesaian proyek tepat waktu, sementara dampak yang ditimbulkan bagi publik diabaikan," kata.
Untuk itu, ia mengimbau agar pemerintah setempat atau yang berkompeten dapat memberikan teguran ataupun sanksi kepada pelaksana proyek untuk bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkannya. (T.S036/D009)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hujan ringan hingga lebat berpotensi guyur sejumlah kota Indonesia pada Senin
28 September 2026 4:53 WIB
Kemarau panjang, Gubernur Sulsel bersama ribuan warga shalat minta hujan
08 September 2026 17:32 WIB
BMKG: Akhir pekan mayoritas wilayah RI bakal diguyur hujan ringan, Makassar berawan
21 June 2026 7:19 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Jalan Kajaolalido-Thamrin jadi proyek percontohan pejalan kaki di Makassar
26 September 2026 12:10 WIB