Kota Makassar dan sekitarnya diguyur hujan
Selasa, 5 November 2019 16:28 WIB
Awan tebal disertai hujan menyelimuti wilayah perkotaan jalan Boulevard, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (5/11/1/2019). ANTARA/Darwin Fatir.
Makassar (ANTARA) - Kota Makassar dan wilayah sekitarnya akhirnya diguyur hujan dengan intensitas sedang ringan setelah beberapa hari terakhir terlihat cuaca mendung berawan.
"Sore ini memang berpotensi terjadi hujan di sebagian wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros," ujar Prakirawan BMKG wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Esti Kristantri saat dikonfirmasi di Makassar, Selasa.
Ia menyebutkan, hujan tersebut merupakan hujan lokal yang tidak merata di berbagai wilayah Makassar dan sekitarnya. Ia memprediksi hujan macam ini di Makassar masih akan berlangsung hingga akhir November 2019.
"Awal musim hujan diprakirakan pada pertengahan sampai akhir November. Untuk saat ini masih berpotensi hujan lokal yang disertai petir atau kilat," katanya.
Esti menambahkan hujan November ini masih masuk kategori ringan dengan kecepatan angin umumnya masih normal antara 5-35 kilometer per jam.
Berdasarkan pantauan, mendung dengan membawa awan tebal disertai hujan sedang membasahi sebagian wilayah perkotaan dan sebagian perbatasan Kabupaten Gowa dan Maros.
Pemerhati lingkungan di Makassar, Anggareksa saat ditemui mengatakan bersyukur hujan telah turun di wilayah Kota Makassar dan dengan demikian musim kemarau akan segera berakhir.
"Alhamdulillah, hujan sudah turun, berarti musim kemarau akan berakhir. Artinya, kekeringan segera selesai, dan mudah-mudahan Makassar tidak kebanjiran nanti," katanya.
Pemerintah Kota harus memperhatikan siklus ini dan segera mengantisipasi terjadinya banjir seperti tahun-tahun sebelumnya, kata pemerhati lingkungan ini.
"Sore ini memang berpotensi terjadi hujan di sebagian wilayah Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Maros," ujar Prakirawan BMKG wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Esti Kristantri saat dikonfirmasi di Makassar, Selasa.
Ia menyebutkan, hujan tersebut merupakan hujan lokal yang tidak merata di berbagai wilayah Makassar dan sekitarnya. Ia memprediksi hujan macam ini di Makassar masih akan berlangsung hingga akhir November 2019.
"Awal musim hujan diprakirakan pada pertengahan sampai akhir November. Untuk saat ini masih berpotensi hujan lokal yang disertai petir atau kilat," katanya.
Esti menambahkan hujan November ini masih masuk kategori ringan dengan kecepatan angin umumnya masih normal antara 5-35 kilometer per jam.
Berdasarkan pantauan, mendung dengan membawa awan tebal disertai hujan sedang membasahi sebagian wilayah perkotaan dan sebagian perbatasan Kabupaten Gowa dan Maros.
Pemerhati lingkungan di Makassar, Anggareksa saat ditemui mengatakan bersyukur hujan telah turun di wilayah Kota Makassar dan dengan demikian musim kemarau akan segera berakhir.
"Alhamdulillah, hujan sudah turun, berarti musim kemarau akan berakhir. Artinya, kekeringan segera selesai, dan mudah-mudahan Makassar tidak kebanjiran nanti," katanya.
Pemerintah Kota harus memperhatikan siklus ini dan segera mengantisipasi terjadinya banjir seperti tahun-tahun sebelumnya, kata pemerhati lingkungan ini.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lingkungan Hidup
Lihat Juga
Pj Wali Kota Makassar luncurkan sekolah sampah di Kecamatan Manggala
12 January 2020 17:04 WIB, 2020
Walhi minta Pemprov Sulsel kaji ulang kebijakan penambangan pasir laut
08 January 2020 7:03 WIB, 2020
Pemprov Sulsel siapkan bronjong antisipasi abrasi di Galesong Takalar
07 January 2020 18:56 WIB, 2020
Walhi Sulsel : Abrasi di Galesong Takalar masih disebabkan penambangan pasir
07 January 2020 18:42 WIB, 2020