AS desak Korea Utara kembali lakukan perundingan
Senin, 16 Desember 2019 12:59 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengendarai kuda ketika ia mengunjungi situs pertempuran di daerah Gunung Paektu, Ryanggang, Korea Utara, dalam gambar tak bertanggal ini yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada 4 Desember 2019. ANTARA FOTO/KCNA via REUTERS/aww.
Seoul (ANTARA) - Utusan khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara, Stephen Biegun, mendesak Pyongyang agar memenuhi tawarannya untuk melakukan perundingan.
Biegun menyatakan Washington bersedia membahas "semua topik yang menjadi kepentingan".
Ketika berbicara dalam konferensi pers bersama di Seoul dengan mitranya dari Korea Selatan Lee Do-hoon, Biegun mengatakan Amerika Serikat tidak menentukan "batas waktu".
AS, katanya, hanya ingin membuka kembali putaran perundingan.
"Ini saatnya bagi kita untuk melaksanakan tugas kita. Ayo kita selesaikan. Kami ada di sini, Anda tahu bagaimana cara menghubungi kami," kata Biegun.
Ketegangan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini saat Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata serta melancarkan perang kata-kata dengan Presiden AS Donald Trump.
Ketegangan itu memicu kekhawatiran bahwa kedua negara akan kembali ke jalur perseteruan seperti dulu, yaitu sebelum mereka meluncurkan kegiatan diplomasi pada 2018.
Sumber: Reuters
Biegun menyatakan Washington bersedia membahas "semua topik yang menjadi kepentingan".
Ketika berbicara dalam konferensi pers bersama di Seoul dengan mitranya dari Korea Selatan Lee Do-hoon, Biegun mengatakan Amerika Serikat tidak menentukan "batas waktu".
AS, katanya, hanya ingin membuka kembali putaran perundingan.
"Ini saatnya bagi kita untuk melaksanakan tugas kita. Ayo kita selesaikan. Kami ada di sini, Anda tahu bagaimana cara menghubungi kami," kata Biegun.
Ketegangan telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir ini saat Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata serta melancarkan perang kata-kata dengan Presiden AS Donald Trump.
Ketegangan itu memicu kekhawatiran bahwa kedua negara akan kembali ke jalur perseteruan seperti dulu, yaitu sebelum mereka meluncurkan kegiatan diplomasi pada 2018.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kirim tim khusus, ANTARA perkuat publikasi percepatan rehabilitasi Sumatera
22 January 2026 15:43 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Presiden Prabowo minta dana otsus tidak digunakan untuk DLN pemda di Papua
17 December 2025 6:44 WIB
Tim Khusus PLN UID Sulselrabar berjibaku pulihkan listrik di Kuala Kereutou Aceh
11 December 2025 5:26 WIB