Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membentuk tim khusus untuk mengusut penyebab utama anak putus sekolah (ATS) di daerah itu.
Gubernur Sulbar Suhardi Duka di Mamuju, Rabu, mengatakan tim khusus ATS itu sebagai langkah mempercepat temuan di lapangan, mulai dari situasi sekolah, kondisi ekonomi keluarga, hingga faktor sosial yang membuat anak tidak melanjutkan pendidikan.
"Kita akan bentuk tim, apakah tim terpadu pemerintah atau melibatkan kabupaten, melibatkan lembaga sosial bisa juga. Saya menyambut baik rencana pembentukan tim khusus ATS itu," katanya.
Pembentukan tim khusus untuk mengusut hingga tuntas anak putus sekolah tersebut, mengemuka saat pertemuan bersama Komisi IV DPRD Sulbar dan Dinas Pendidikan.
Ia mengatakan penanganan angka anak putus sekolah di Sulbar masih menjadi pekerjaan rumah hingga saat ini.
Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki layanan pendidikan, akan tetapi grafik penurunan belum terlihat signifikan.
Persoalan anak putus sekolah, kata dia, harus diselesaikan hingga akarnya, sedangkan penyebab anak putus sekolah atau anak tidak sekolah harus digali secara rinci.
Ia mengakui belum mendapatkan gambaran tentang ketersediaan bangku di tingkat sekolah menengah atas dan jumlah pelajar kelas III sekolah menengah pertama.
"Kalau itu selisih, berarti salah satu penyebabnya adalah sarana, tapi kalau ternyata seimbang berarti ada masalah apakah persoalan ekonomi, ataukah persoalan mental, bisa juga persoalan tenaga kerja," kata Suhardi Duka.
Jika gambaran dasar sudah jelas, kata dia, intervensi program yang dijalankan dipastikan lebih tepat sasaran.
"Kalau semua itu bisa diketahui barulah di situ kita bisa mengambil kebijakan-kebijakan apa yang kita intervensi," katanya.
Menurut dia, anak putus sekolah bukan persoalan kecil sehingga tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ia mengaku telah memerintahkan dinas terkait segera menelusuri penyebab anak putus sekolah.
"Anak putus sekolah tidak boleh dibiarkan terus-menerus seperti itu, sehingga upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) kita bisa kita naikkan," ujarnya.
Ia menargetkan pada 2026 IPM Sulbar naik 75-76 dari 71,16 pada 2025.
"IPM Sulbar pada 2025 memang naik satu poin tetapi capaian itu bisa lebih baik kalau anak putus sekolah ditangani serius. Jadi, saya menargetkan angka IPM bisa bergerak ke kisaran 75-76," kata Suhardi Duka.

