Kantor BPM Makassar Dibobol Maling
Kamis, 17 Juni 2010 17:10 WIB
Makassar (ANTARA News) - Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar dibobol maling dan membawa kabur uang sebanyak Rp40 juta beserta brankasnya.
Informasi mengenai hilangnya brankas uang kantor BPM Makassar diketahui oleh bendahara, Suryani. Suryani kemudian melaporkannya ke pimpinan dan Polwiltabes Makassar, Kamis.
"Saya kaget karena brankas di dalam ruangan sudah tidak ada ketika kembali ke kantor," katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes Makassar.
Ia mengatakan, brankas berukuran 80x50 centimeter itu terletak di ruangannya lantai satu, tepat di belakang Museum Kota Makassar.
Hasil pantauan di lokasi kejadian, tidak ada kerusakan yang terjadi baik dipintu ruangan bendahara BPM maupun jendela. Semuanya utuh sama sekali tidak ada bekas cungkilan. Posisi brankas pun sebenarnya cukup tersembunyi karena bersandar di dinding.
Sekretaris BPM Makassar yang juga mantan Camat Tallo, Gippyng Lantara mengatakan, aksi pencurian brankas ini besar kemungkinan dilakukan pada Sabtu atau Minggu malam.
Menurutnya, uang sebesar Rp40 juta yang tersimpan dalam brankas merupakan dana operasional atau kegiatan BPM.
"Di dalam brankas yang dibawa pelaku juga ada beberapa lembar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kantor. Memang, kalau hari libur tidak ada yang menjaga kantor. Baik pintu maupun jendela pun tidak ada kerusakan," terangnya.
Ia mengakui, posisi brankas berada di pojok ruangan bendahara dan sulit bagi orang yang baru masuk langsung melihat brankas tersebut.
Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar AKBP Fajaruddin membenarkan adanya pencurian itu. Bahkan pihaknya sudah mengambil keterangan Sekretaris BPM; Gippyng Lantara, Bendahara; Suryani dan pegawai Amang.
"Anggota sudah olah TKP. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan, karena laporannya baru masuk," kata Fajaruddin. (T.KR-MH/S016)
Informasi mengenai hilangnya brankas uang kantor BPM Makassar diketahui oleh bendahara, Suryani. Suryani kemudian melaporkannya ke pimpinan dan Polwiltabes Makassar, Kamis.
"Saya kaget karena brankas di dalam ruangan sudah tidak ada ketika kembali ke kantor," katanya saat melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes Makassar.
Ia mengatakan, brankas berukuran 80x50 centimeter itu terletak di ruangannya lantai satu, tepat di belakang Museum Kota Makassar.
Hasil pantauan di lokasi kejadian, tidak ada kerusakan yang terjadi baik dipintu ruangan bendahara BPM maupun jendela. Semuanya utuh sama sekali tidak ada bekas cungkilan. Posisi brankas pun sebenarnya cukup tersembunyi karena bersandar di dinding.
Sekretaris BPM Makassar yang juga mantan Camat Tallo, Gippyng Lantara mengatakan, aksi pencurian brankas ini besar kemungkinan dilakukan pada Sabtu atau Minggu malam.
Menurutnya, uang sebesar Rp40 juta yang tersimpan dalam brankas merupakan dana operasional atau kegiatan BPM.
"Di dalam brankas yang dibawa pelaku juga ada beberapa lembar Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kantor. Memang, kalau hari libur tidak ada yang menjaga kantor. Baik pintu maupun jendela pun tidak ada kerusakan," terangnya.
Ia mengakui, posisi brankas berada di pojok ruangan bendahara dan sulit bagi orang yang baru masuk langsung melihat brankas tersebut.
Kasat Reskrim Polwiltabes Makassar AKBP Fajaruddin membenarkan adanya pencurian itu. Bahkan pihaknya sudah mengambil keterangan Sekretaris BPM; Gippyng Lantara, Bendahara; Suryani dan pegawai Amang.
"Anggota sudah olah TKP. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan, karena laporannya baru masuk," kata Fajaruddin. (T.KR-MH/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
BBM dianggap aman, Pemkot Makassar minta Pertamina tambah pasokan elpiji
14 September 2026 21:05 WIB
KN SAR Kamajaya dikerahkan dari Makassar dukung pencarian korban KMP Virgo
14 September 2026 13:31 WIB