Logo Header Antaranews Makassar

BPM Undang RT-RW Antisipasi Geng Motor

Jumat, 12 September 2014 22:51 WIB
Image Print
"Kita akan mengundang seluruh ketua RT dan RW untuk membahas perilaku geng motor ini karena perbuatannya sudah diluar kendali dan bahkan sudah banyak memakan korban jiwa," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Irwan Bangsawan, di Makassar,

Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar mengundang seluruh ketua rukun tetangga dan rukun warga (RT-RW) untuk membahas langkah-langkah antisipatif dalam menangani kekerasan yang dilakukan oleh geng motor.

"Kita akan mengundang seluruh ketua RT dan RW untuk membahas perilaku geng motor ini karena perbuatannya sudah diluar kendali dan bahkan sudah banyak memakan korban jiwa," ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Irwan Bangsawan, di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, melalui RT dan RW yang akan berdialog langsung dengan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto beserta jajaran kepolisian, diharapkan akan ada langkah preventif yang dilakukan warga dimulai dari lorong-lorong rumah.

Langkah antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah itu dianggap salah satu metode untuk menahan amuk massa warga terhadap anggota geng motor yang tertangkap.

Dia menyebutkan jika upaya ini juga dianggap gagal maka cara-cara tegas akan dilakukan dimana Pemkot sendiri telah meminta kepada jajaran kepolisian, TNI AD dan Marinir untuk memberantas geng motor tersebut.

"Dialog akan dilakukan sebanyak lima kali dan akan kita gilir, agar semua RT dan RW dapat kita sentuh. Semua akan kita mulai dari lorong-lorong rumah," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Danny, mengatakan, telah mengajak pihak TNI dan Kepolisian untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan geng motor yang sudah semakin meresahkan warga tersebut.

"Geng motor ini adalah masalah kita semua, perlu penyelesaian bersama-sama," kata Danny.

Dibutuhkan peran serta RT dan RW, lurah dan Camat untuk mengawasi perilaku masyarakatnya, menciptakan silaturahmi dan kenyamanan dilingkungan masyarakat.

Selain itu, Danny juga berencana akan memanggil seluruh pemilik apotik di Kota Makassar dan mengeluarkan surat edaran untuk membatasi dan memperketat penjualan obat-obatan agar tidak disalahgunakan oleh warga.

"Saya sudah punya banyak laporan ini, mereka (Geng motor) mengkonsumsi obat-obatan yang bisa bikin `fly` dan obat-obatan itu dijual bebas di Apotik, ini harus diantisipasi," jelasnya. Agus Setiawan



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026