Bangka Barat optimalkan program PIK-R cegah kenakalan remaja
Jumat, 17 Januari 2020 13:27 WIB
Kegiatan positif luar ruangan menjadi alternatif mencegah kenakalan remaja. (FOTO ANTARA/ Donatus DP)
Mentok, Babel (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengoptimalkan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) untuk mencegah kenakalan remaja.
"Kami akan gandeng sejumlah komunitas seni, organisasi olah raga dan komunitas lainnya untuk bersama-sama memberikan bekal ilmu dan keterampilan agar generasi muda tersalurkan kreativitasnya," kata Kepala Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bangka Barat, Suwito di Mentok, Jumat.
Menurut dia, kenakalan remaja di daerah itu masih sering dijumpai, tidak hanya di pusat kota, namun juga terjadi di pelosok karena kurangnya perhatian para orang tua kepada anak-anaknya.
"Kasus kenakalan remaja hampir merata di seluruh kecamatan, ini yang harus menjadi perhatian bersama-sama dalam upaya penanggulangan," ujarnya.
Suwito mengatakan, para remaja memiliki hasrat untuk mencoba-coba sesuatu yang baru sehingga butuh ruang agar keinginan yang menggebu tersebut bisa tersalurkan dengan baik dan terarah.
Keinginan mencoba sesuatu yang baru cukup kuat sehingga butuh pendampingan untuk mengarahkan para remaja sesuai bakat dan minat masing-masing agar terhindar dari pergaulan yang bisa merugikan diri sendiri.
"Para pelaku dalam komunitas seni, olah raga, sastra dan lainnya akan kami libatkan agar mereka bisa melakukan pendampingan, bimbingan para remaja yang ada di sekitarnya," katanya.
Permasalahan kenakalan remaja tidak hanya bisa diatasi atau tanggung jawab pemerintah daerah, namun butuh keterlibatan seluruh pihak, sekolah, pemangku kepentingan, swasta dan masyarakat.
"Kami memiliki keterbatasan, untuk itu butuh campur tangan masyarakat, terutama para orang tua untuk mengarahkan para remaja agar kreatif dan positif sesuai bakat dan minat masing-masing," katanya.
Ia optimistis, berbagai kenakalan remaja, seperti kebut-kebutan di jalan raya, mabuk-mabukan, perundungan, dan lainnya akan hilang dengan sendirinya jika para remaja disibukkan dengan kegiatan positif di luar sekolah.
"Kami berharap pola pendampingan dengan melibatkan pelaku seni, olah raga dan pegiat komunitas bisa membantu kami dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan mampu bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat," katanya.
"Kami akan gandeng sejumlah komunitas seni, organisasi olah raga dan komunitas lainnya untuk bersama-sama memberikan bekal ilmu dan keterampilan agar generasi muda tersalurkan kreativitasnya," kata Kepala Dinas Keluarga Berencana, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Bangka Barat, Suwito di Mentok, Jumat.
Menurut dia, kenakalan remaja di daerah itu masih sering dijumpai, tidak hanya di pusat kota, namun juga terjadi di pelosok karena kurangnya perhatian para orang tua kepada anak-anaknya.
"Kasus kenakalan remaja hampir merata di seluruh kecamatan, ini yang harus menjadi perhatian bersama-sama dalam upaya penanggulangan," ujarnya.
Suwito mengatakan, para remaja memiliki hasrat untuk mencoba-coba sesuatu yang baru sehingga butuh ruang agar keinginan yang menggebu tersebut bisa tersalurkan dengan baik dan terarah.
Keinginan mencoba sesuatu yang baru cukup kuat sehingga butuh pendampingan untuk mengarahkan para remaja sesuai bakat dan minat masing-masing agar terhindar dari pergaulan yang bisa merugikan diri sendiri.
"Para pelaku dalam komunitas seni, olah raga, sastra dan lainnya akan kami libatkan agar mereka bisa melakukan pendampingan, bimbingan para remaja yang ada di sekitarnya," katanya.
Permasalahan kenakalan remaja tidak hanya bisa diatasi atau tanggung jawab pemerintah daerah, namun butuh keterlibatan seluruh pihak, sekolah, pemangku kepentingan, swasta dan masyarakat.
"Kami memiliki keterbatasan, untuk itu butuh campur tangan masyarakat, terutama para orang tua untuk mengarahkan para remaja agar kreatif dan positif sesuai bakat dan minat masing-masing," katanya.
Ia optimistis, berbagai kenakalan remaja, seperti kebut-kebutan di jalan raya, mabuk-mabukan, perundungan, dan lainnya akan hilang dengan sendirinya jika para remaja disibukkan dengan kegiatan positif di luar sekolah.
"Kami berharap pola pendampingan dengan melibatkan pelaku seni, olah raga dan pegiat komunitas bisa membantu kami dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan mampu bersaing di tengah persaingan yang semakin ketat," katanya.
Pewarta : Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
2.278 personel polisi siaga aksi 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Makassar
20 October 2025 16:06 WIB
MPR: Penghapusan "presidential threshold" merupakan amanat reformasi
03 January 2025 13:49 WIB, 2025
Anggota polisi terduga penembak siswa di Semarang jalani sidang etik
09 December 2024 14:17 WIB, 2024
Majelis adat tunjuk pelaksana tugas setelah Raja Gowa ke-38 dimakamkan
29 November 2024 22:57 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Bangladesh tutup sementara sekolah dampak krisis energi akibat konflik Timteng
09 March 2026 17:15 WIB
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
PM Anwar tolak desakan oposisi soal isu penyerahan lahan di perbatasan Sabah-Kalimantan ke Indonesia
31 January 2026 6:15 WIB
Meski cuaca buruk, Basarnas lanjutkan cari korban kecelakaan pesawat di Bulusaraung
21 January 2026 4:43 WIB