Kelebihan Beban Hambat Data PPK ke KPU
Kamis, 24 Juni 2010 0:28 WIB
Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Sulawesi Selatan menyatakan kelebihan beban (over load) pada jaringan membuat data rekapitulasi perolehan suara dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke KPU menjadi terhambat.
Ketua KPU Gowa, Hirsan Bachtiar di Sungguminasa, Gowa, Rabu, mengaku jika jaringan server informasi dan teknologi (IT) milik KPU Gowa belum menerima rekapitulasi perolehan suara.
Data yang harusnya masuk ke KPU Gowa terpaksa harus menunggu karena kesalahan teknis yang menyebabkan lambatnya pengiriman data.
"Datanya sangat lambat karena kesalahan teknis mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk mempercepat datanya," jelasnya.
Sementara itu, calon Bupati Gowa, Andi Maddusila mengatakan, dari data "real count" yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebutkan jika pada pilkada kali ini ia akan memenangkan pilkada.
Ia mengatakan, data tersebut adalah data akurat dari formulir C1 yang ada pada tiap-tiap saksi.
"Ini data akurat kami, kami sudah memenangkan Pemilihan ini," jelas Andi Maddusila Andi Idjo.
Berdasarkan data dari PKS tersebut, pasangan Andi Maddusila Andi Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal) memenangkan sebanyak 24.027 suara sementara atau sebanyak 52 persen suara dari total jumlah suara.
Sementara rival beratnya yang juga cabup incumbent Ichsan Yasin Limpo-Abdul razak Badjidu (IYL-Baji) berada pada posisi kedua dengan jumlah sebanyak 20.789 suara atau 45 persen.
Jumlah suara dua pasangan independent lainnya secara berurut masing-masing Ahmad Pidris - Abdul Ravy Rasyid (APZ-ARR) sebanyak 1.213 suara atau 2,2 persen.
Andi Mappaturung-Burhanuddin Matakko (Mabrur) berada di posisi paling buncit dengan persentase sebanyak 388 suara atau 0,93 persen. (T.KR-MH/F003)
Ketua KPU Gowa, Hirsan Bachtiar di Sungguminasa, Gowa, Rabu, mengaku jika jaringan server informasi dan teknologi (IT) milik KPU Gowa belum menerima rekapitulasi perolehan suara.
Data yang harusnya masuk ke KPU Gowa terpaksa harus menunggu karena kesalahan teknis yang menyebabkan lambatnya pengiriman data.
"Datanya sangat lambat karena kesalahan teknis mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk mempercepat datanya," jelasnya.
Sementara itu, calon Bupati Gowa, Andi Maddusila mengatakan, dari data "real count" yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebutkan jika pada pilkada kali ini ia akan memenangkan pilkada.
Ia mengatakan, data tersebut adalah data akurat dari formulir C1 yang ada pada tiap-tiap saksi.
"Ini data akurat kami, kami sudah memenangkan Pemilihan ini," jelas Andi Maddusila Andi Idjo.
Berdasarkan data dari PKS tersebut, pasangan Andi Maddusila Andi Idjo-Jamaluddin Rustam (Amal) memenangkan sebanyak 24.027 suara sementara atau sebanyak 52 persen suara dari total jumlah suara.
Sementara rival beratnya yang juga cabup incumbent Ichsan Yasin Limpo-Abdul razak Badjidu (IYL-Baji) berada pada posisi kedua dengan jumlah sebanyak 20.789 suara atau 45 persen.
Jumlah suara dua pasangan independent lainnya secara berurut masing-masing Ahmad Pidris - Abdul Ravy Rasyid (APZ-ARR) sebanyak 1.213 suara atau 2,2 persen.
Andi Mappaturung-Burhanuddin Matakko (Mabrur) berada di posisi paling buncit dengan persentase sebanyak 388 suara atau 0,93 persen. (T.KR-MH/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tak terbukti bersalah, DKPP rehabilitasi nama 10 penyelenggara Pemilu di Sulsel
12 June 2025 4:57 WIB, 2025
Bawaslu dan KPU Gowa bahas pengundian dan penetapan nomor urut paslon
21 September 2024 1:52 WIB, 2024
KPU Gowa: Pantarlih harus mendata semua warga tanpa ada yang terlewatkan
25 June 2024 11:20 WIB, 2024
Bupati Gowa meminta KPU tingkatkan partisipasi pemilih hingga 80 persen
13 February 2024 1:17 WIB, 2024
Pemprov Sulsel perhatikan 20 TPS Gowa tak tersentuh sinyal komunikasi
16 January 2024 11:43 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB