KRI Dewaruci-Bima Suci sukseskan "Garuda di Lautku"
Senin, 17 Februari 2020 22:40 WIB
KRI Bima Suci-945. (ANTARA/HO)
Makassar (ANTARA) - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI mendatangkan dua kapal perang legendaris Indonesia yakni KRI Dewaruci dan Bima Suci-945 untuk mendukung dan menyukseskan kegiatan "Garuda di Lautku".
"KRI legendaris Indonesia KRI Dewaruci akan disandingkan dengan KRI Bima Suci-945 untuk menghibur warga dan kita akan buka untuk umum atau openship di bulan Maret nanti," ujar Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Makassar, Senin.
Ia mengatakan dua KRI yakni Dewaruci dan Bima Suci yang disandingkan itu merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan di luar Pulau Jawa, adalah hal baru dilakukan.
Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas menyatakan KRI Bima Suci-945 adalah penerus dari KRI Dewaruci yang telah berlayar lebih dari 63 tahun.
"Kedatangan kedua kapal fenomenal ini akan mengukir sejarah baru bagi Indonesia khususnya Kota Makassar karena peristiwa ini, pertama kalinya terjadi di luar Pulau Jawa," katanya
Kehadiran dua kapal perang Indonesia ini untuk mendukung dan menyukseskan beberapa kegiatan dari Lantamal VI di antaranya penanaman terumbu karang kebangsaan Garuda di Lautku.
Kegiatan lainnya adalah pemecahan rekor MURI Pramuka Saka Bahari meniup peluit tradisi TNI AL dengan formasi parade roll di atas KRI Dewaruci.
"Ada beberapa event yang akan kita gelar nanti di bulan depan dan salah satunya adalah tradisi meniup peluit ven ini untuk memeriahkan event dengan formasi parade roll di atas KRI Dewaruci," katanya.
Ia menyebutkan KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci adalah kapal latih yang telah melahirkan banyak perwira-perwira TNI AL terbaik bangsa sebagai kader-kader pemimpin TNI di masa depan.
Dua kapal ini telah membentuk ribuan taruna dan taruni Akademi TNI AL yang berkarakter kemaritiman serta tangguh, tanggap, trengginas dan telah tersebar mengabdi ke seluruh penjuru Nusantara untuk mempertahankan NKRI.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan, Danlantamal VI juga menyampaikan bahwa "Garuda di Lautku" ini menjadi penting sebagai gerakan yang bertujuan memicu detonasi dan menggelorakan semangat bela negara dalam mencintai laut Indonesia.
"Kenapa kami memilih Pulau Kodingareng Keke sebagai tempat untuk pelaksanaannya, karena pulau ini merupakan ikon wisata bawah laut Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak terlihat sejak 10 tahun terakhir," katanya.
Secara geografis posisi pulau tersebut tepat berada di tengah-tengah Indonesia.
"KRI legendaris Indonesia KRI Dewaruci akan disandingkan dengan KRI Bima Suci-945 untuk menghibur warga dan kita akan buka untuk umum atau openship di bulan Maret nanti," ujar Komandan Lantamal VI Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Makassar, Senin.
Ia mengatakan dua KRI yakni Dewaruci dan Bima Suci yang disandingkan itu merupakan peristiwa yang jarang terjadi dan di luar Pulau Jawa, adalah hal baru dilakukan.
Laksma TNI Hanarko Djodi Pamungkas menyatakan KRI Bima Suci-945 adalah penerus dari KRI Dewaruci yang telah berlayar lebih dari 63 tahun.
"Kedatangan kedua kapal fenomenal ini akan mengukir sejarah baru bagi Indonesia khususnya Kota Makassar karena peristiwa ini, pertama kalinya terjadi di luar Pulau Jawa," katanya
Kehadiran dua kapal perang Indonesia ini untuk mendukung dan menyukseskan beberapa kegiatan dari Lantamal VI di antaranya penanaman terumbu karang kebangsaan Garuda di Lautku.
Kegiatan lainnya adalah pemecahan rekor MURI Pramuka Saka Bahari meniup peluit tradisi TNI AL dengan formasi parade roll di atas KRI Dewaruci.
"Ada beberapa event yang akan kita gelar nanti di bulan depan dan salah satunya adalah tradisi meniup peluit ven ini untuk memeriahkan event dengan formasi parade roll di atas KRI Dewaruci," katanya.
Ia menyebutkan KRI Dewaruci dan KRI Bima Suci adalah kapal latih yang telah melahirkan banyak perwira-perwira TNI AL terbaik bangsa sebagai kader-kader pemimpin TNI di masa depan.
Dua kapal ini telah membentuk ribuan taruna dan taruni Akademi TNI AL yang berkarakter kemaritiman serta tangguh, tanggap, trengginas dan telah tersebar mengabdi ke seluruh penjuru Nusantara untuk mempertahankan NKRI.
Sebelumnya, di beberapa kesempatan, Danlantamal VI juga menyampaikan bahwa "Garuda di Lautku" ini menjadi penting sebagai gerakan yang bertujuan memicu detonasi dan menggelorakan semangat bela negara dalam mencintai laut Indonesia.
"Kenapa kami memilih Pulau Kodingareng Keke sebagai tempat untuk pelaksanaannya, karena pulau ini merupakan ikon wisata bawah laut Provinsi Sulawesi Selatan yang tidak terlihat sejak 10 tahun terakhir," katanya.
Secara geografis posisi pulau tersebut tepat berada di tengah-tengah Indonesia.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Selayar dan Kemendikbud gelar minum air kelapa di Festival Budaya
30 November 2023 0:15 WIB, 2023
Pemkab Selayar menyambut pelayaran Muhibah Jalur Rempah KRI Dewaruci
30 November 2023 0:12 WIB, 2023
Danlantamal VI lepas KRI Dewaruci angkut peserta Muhibah Jalur Rempah 2022
06 June 2022 19:32 WIB, 2022
300 siswa Saka Bahari Pramuka Sulsel pecahkan rekor MuRi tiup peluit serentak
15 March 2020 10:48 WIB, 2020
KRI Dewaruci dan Bima Suci-945 dibuka untuk umum meriahkan "Garuda Di Lautku"
09 March 2020 14:20 WIB, 2020
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Tingkatkan tertib administrasi, Kanwil Kemenkum Sulbar perkuat sinergi dengan BHP Makassar
29 January 2026 18:00 WIB
Kemendiktisaintek tetapkan UMI Makassar jadi pengelola KNB Scholarship 2026
29 January 2026 4:24 WIB