Pemkab Lutim gandeng BPS terapkan aplikasi SIMDASI
Selasa, 25 Februari 2020 10:27 WIB
Suasana pembinaan dan penerapan aplikasi SIMDASI lingkup Pemkab Lutim di gedung LPSE dan Media Center Diskominfo Lutim, Senin (24/02/2020). ANTARA/HO-Diskominfo Lutim
Malili (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pembinaan sekaligus penerapan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Data Statistik Terintegrasi (SIMDASI) di gedung LPSE dan Media Center Diskominfo Lutim, Senin (24/02).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lutim yang merupakan produsen data dan menghadirkan Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik dari BPS Kabupaten Luwu Timur Siti Maisyarokh sebagai narasumber.
Kepala Seksi Statistik Diskominfo Lutim Andrie Firdaus mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan data dasar dan sektoral melalui SIMDASI.
"Tujuan penggunaan SIMDASI untuk mempermudah penginputan data sektoral dan mengurangi inkonsistensi data sektoral," ungkap Andrie.
Dia menambahkan, setiap SKPD sebagai produsen data, punya peranan dan kepedulian yang signifikan untuk berperan aktif dalam menginput data di SKPDnya masing-masing, sehingga sinkronisasi dengan Walidata dalam hal ini Dinas Kominfo dapat menerima dan memastikan data yg disampaikan oleh produsen data.
"Dinas Kominfo sebagai Walidata berharap dari kegiatan ini nantinya ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi Administrator dalam menginput dan mengelolah data," pungkas Andrie.(*/Adv)
Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Lutim yang merupakan produsen data dan menghadirkan Kepala Seksi Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik dari BPS Kabupaten Luwu Timur Siti Maisyarokh sebagai narasumber.
Kepala Seksi Statistik Diskominfo Lutim Andrie Firdaus mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan data dasar dan sektoral melalui SIMDASI.
"Tujuan penggunaan SIMDASI untuk mempermudah penginputan data sektoral dan mengurangi inkonsistensi data sektoral," ungkap Andrie.
Dia menambahkan, setiap SKPD sebagai produsen data, punya peranan dan kepedulian yang signifikan untuk berperan aktif dalam menginput data di SKPDnya masing-masing, sehingga sinkronisasi dengan Walidata dalam hal ini Dinas Kominfo dapat menerima dan memastikan data yg disampaikan oleh produsen data.
"Dinas Kominfo sebagai Walidata berharap dari kegiatan ini nantinya ada peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi Administrator dalam menginput dan mengelolah data," pungkas Andrie.(*/Adv)
Pewarta : Yul
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Warga Luwu tagih janji pemekaran: Jalan ditutup, aksi Aliansi Wija To Luwu meluas
24 January 2026 9:28 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Optimalkan kualitas layanan, Kemenkum Sulbar siap implementasikan Aplikasi SKM
04 February 2026 17:12 WIB
Diskominfo Makassar bahas penguatan digitalisasi layanan publik lewat FPD
04 February 2026 10:17 WIB