Satu karyawan BCA positif terjangkit COVID-19
Senin, 23 Maret 2020 14:59 WIB
BCA ikut mendukung imbauan pemerintah dan otoritas terkait pembatasan aktivitas untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19). (ANTARA/HO-BCA)
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk menyebut satu orang karyawan kantor pusat di Jakarta positif terjangkit virus Corona jenis baru atau COVID-19 setelah melalui rangkaian tes kesehatan.
"Dukungan penuh kami berikan kepada rekan kami dan memastikan bahwa beliau berada dalam penanganan yang tepat," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Setelah dipastikan ada karyawan terjangkit COVID-19, manajemen bank swasta nasional itu memantau dan memberlakukan kerja dari rumah (WFH) bagi staf setempat yang berkomunikasi dan berinteraksi aktif dengan yang bersangkutan.
Pihaknya menerapkan rencana bisnis berkelanjutan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 terutama setelah terkonfirmasi karyawan positif terjangkit virus Corona.
Adapun langkah antisipasi itu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan seluruh lantai dan lift di bawah manajemen bank itu di kantor pusat di Jakarta.
Kemudian, karyawan yang bekerja di lantai yang sama dengan yang bersangkutan akan diberlakukan WFH serta akan dipantau secara intensif.
Dia melanjutkan manajemen juga melakukan pengukuran suhu tubuh, melakukan sanitasi sarana dan infrastruktur, dan menyediakan pembersih tangan instan.
Selain itu, melakukan pengaturan social distancing serta mengatur layanan weekend banking.
"Kami mengaktifkan metode pemisahan lokasi kerja dan kebijakan bekerja di rumah dan melakukan penundaan kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang," katanya.
Sementara itu, pemerintah mengumumkan hingga Minggu (22/3) jumlah kasus positif di seluruh Indonesia mencapai 514 kasus.
Dari jumlah itu, 29 pasien sembuh dan 48 orang meninggal dunia.
"Dukungan penuh kami berikan kepada rekan kami dan memastikan bahwa beliau berada dalam penanganan yang tepat," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam siaran pers di Jakarta, Senin.
Setelah dipastikan ada karyawan terjangkit COVID-19, manajemen bank swasta nasional itu memantau dan memberlakukan kerja dari rumah (WFH) bagi staf setempat yang berkomunikasi dan berinteraksi aktif dengan yang bersangkutan.
Pihaknya menerapkan rencana bisnis berkelanjutan dalam mengantisipasi penyebaran COVID-19 terutama setelah terkonfirmasi karyawan positif terjangkit virus Corona.
Adapun langkah antisipasi itu di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan seluruh lantai dan lift di bawah manajemen bank itu di kantor pusat di Jakarta.
Kemudian, karyawan yang bekerja di lantai yang sama dengan yang bersangkutan akan diberlakukan WFH serta akan dipantau secara intensif.
Dia melanjutkan manajemen juga melakukan pengukuran suhu tubuh, melakukan sanitasi sarana dan infrastruktur, dan menyediakan pembersih tangan instan.
Selain itu, melakukan pengaturan social distancing serta mengatur layanan weekend banking.
"Kami mengaktifkan metode pemisahan lokasi kerja dan kebijakan bekerja di rumah dan melakukan penundaan kegiatan tatap muka yang melibatkan banyak orang," katanya.
Sementara itu, pemerintah mengumumkan hingga Minggu (22/3) jumlah kasus positif di seluruh Indonesia mencapai 514 kasus.
Dari jumlah itu, 29 pasien sembuh dan 48 orang meninggal dunia.
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
19 lapak PKL ditertibkan setelah 20 tahun berjualan di trotoar jalan Sultan Alauddin Makassar
29 January 2026 4:34 WIB
JPU Kejati Sulsel nyatakan pikir-pikir untuk banding vonis Bansos COVID-19
01 October 2025 18:00 WIB
Mahasiswa dari 19 negara hadiri International Student Festival 2025 di Makassar
08 September 2025 19:25 WIB
Istana: Tarif impor AS untuk produk Indonesia jadi 19 persen lebih rendah se-Asia
16 July 2025 13:15 WIB