Perampok Berkedok Polisi Kuras Perhiasan
Senin, 9 Agustus 2010 21:09 WIB
Makassar (ANTARA News) - Perampokan dengan modus menyamar sebagai polisi sambil memperlihatkan pistol dan borgolnya telah menguras sejumlah perhiasan dan harta benda milik Hj Salma, Warga Jalan Kalimbu, Makassar, Senin.
Salma di Makassar, Senin, mengatakan, ia baru sadar jika perampok tersebut berpura-pura jadi polisi setelah barang berharganya berupa emas perhiasan seberat 20 gram dan telepon genggam (HP) miliknya dibawa kabur.
"Saya tidak tahu kalau dia itu pencuri karena penampilannya meyakinkan, apalagi dia membawa pistol dan borgol," katanya.
Korban mengungkapkan, awalnya dia yang sudah tertidur didatangi oleh pelaku dengan mengaku sebagai polisi. Tanpa rasa curiga korban kemudian mengizinkannya masuk ke rumahnya.
Setelah di dalam rumah korban sempat membahas maksud kedatangannya itu. Setelah beberapa saat kemudian, polisi gadungan itu kemudian mengajak korban bersama suaminya keluar rumah sambil mengajaknya ke pos polisi dekat rumahnya.
Dihadapan korban, pelaku mengaku jika pelapor menyatakan korban menyembunyikan salah satu buronan polisi. Kemudian pelaku kembali ke rumah korban dan setelah didalam rumah, pelaku kemudian mengancam korban untuk menyerahkan semua barang berharganya.
Awalnya, korban menolak untuk memperlihatkan tempat persembunyian perhiasannya, namun karena pelaku menyandera anak korban, Firman (12) akhirnya korban menurut.
Setelah membawa perhiasan dan tiga HP miliknya, korban kemudian berusaha meminta tolong warga, namun karena pelaku menggunakan pistol dan mengacungkannya ke warga, akhirnya pelaku dengan leluasa meninggalkan lokasi kejadian tanpa mendapat perlawanan warga.
"Tidak ada tetangga yang mau menolong karena pelaku membawa senjata sambil mengancam akan menembak warga yang menghalang-halanginya untuk pergi," ungkapnya.
Aparat Polrestabes Makassar yang mengetahui informasi itu kemudian ke lokasi kejadian sambil meminta keterangan korban.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK) Andi Jangan Lolo mengatakan jika modus yang digunakan pelaku ini terbilang profesional karena pelaku mengaku sebagai polisi dan memperdaya korbannya. (T.KR-MH/R010)
Salma di Makassar, Senin, mengatakan, ia baru sadar jika perampok tersebut berpura-pura jadi polisi setelah barang berharganya berupa emas perhiasan seberat 20 gram dan telepon genggam (HP) miliknya dibawa kabur.
"Saya tidak tahu kalau dia itu pencuri karena penampilannya meyakinkan, apalagi dia membawa pistol dan borgol," katanya.
Korban mengungkapkan, awalnya dia yang sudah tertidur didatangi oleh pelaku dengan mengaku sebagai polisi. Tanpa rasa curiga korban kemudian mengizinkannya masuk ke rumahnya.
Setelah di dalam rumah korban sempat membahas maksud kedatangannya itu. Setelah beberapa saat kemudian, polisi gadungan itu kemudian mengajak korban bersama suaminya keluar rumah sambil mengajaknya ke pos polisi dekat rumahnya.
Dihadapan korban, pelaku mengaku jika pelapor menyatakan korban menyembunyikan salah satu buronan polisi. Kemudian pelaku kembali ke rumah korban dan setelah didalam rumah, pelaku kemudian mengancam korban untuk menyerahkan semua barang berharganya.
Awalnya, korban menolak untuk memperlihatkan tempat persembunyian perhiasannya, namun karena pelaku menyandera anak korban, Firman (12) akhirnya korban menurut.
Setelah membawa perhiasan dan tiga HP miliknya, korban kemudian berusaha meminta tolong warga, namun karena pelaku menggunakan pistol dan mengacungkannya ke warga, akhirnya pelaku dengan leluasa meninggalkan lokasi kejadian tanpa mendapat perlawanan warga.
"Tidak ada tetangga yang mau menolong karena pelaku membawa senjata sambil mengancam akan menembak warga yang menghalang-halanginya untuk pergi," ungkapnya.
Aparat Polrestabes Makassar yang mengetahui informasi itu kemudian ke lokasi kejadian sambil meminta keterangan korban.
Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (Ka SPK) Andi Jangan Lolo mengatakan jika modus yang digunakan pelaku ini terbilang profesional karena pelaku mengaku sebagai polisi dan memperdaya korbannya. (T.KR-MH/R010)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perempuan di Makassar tipu agen BRI Link untuk transfer ke sejumlah rekening
26 January 2026 12:31 WIB
Polres Mamuju Tengah ajak masyarakat tolak praktik premanisme berkedok ormas
16 March 2025 20:47 WIB
Istana meminta warga lapor ke BGN jika menemukan penipuan berkedok MBG
13 January 2025 14:08 WIB, 2025
Bareskrim Polri periksa dua tersangka dugaan TPPO berkedok magang kerja di Jerman
26 March 2024 14:27 WIB, 2024
Ketua MPR usulkan ke Polri agar bentuk posko aduan penipuan berkedok tawaran kerja
28 June 2023 0:50 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Seorang notaris akan diperiksa polisi, Kemenkum Sulbar minta notaris jaga integritas profesi
12 February 2026 18:40 WIB
KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat Smart Air di Karowai Papua
12 February 2026 13:38 WIB