Bantuan Perahu Dikeluhkan Pelajar
Selasa, 10 Agustus 2010 21:31 WIB
Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Bantuan pemerintah yang dikhususkan kepada pelajar di Desa Lero, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulsewesi Selatan, berupa perahu, dikeluhkan oleh sejumlah pelajar setempat.
Pelajar Lero mengaku, terpaksa menumpangi perahu tua yang tidak layak pakai. Salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, sejak perahu bantuan pemerintah pusat tersebut diserah terimakan Bupati Pinrang, H Andi Aslam Patonangi, SH, MSi kepada pengelola, hampir sepenuhnya digunakan untuk transportasi umum.
"Tiba-tiba pengurus dan pengelola perahu pelajar yang ditunjuk bupati tersebut diganti pihak lain. Kami tidak tahu alasannya. Sejak itu, perahu dialih fungsikan untuk kepentingan komersil," katanya saat ditemui di Pinrang, Selasa.
Secara terpisah, Ris, pelajar salah satu sekolah agama mengaku sejak adanya bantuan perahu tersebut, pelajar Lero tidak pernah sekalipun diberi kesempatan untuk ikut menumpang.
"Kami sama sekali tidak pernah menikmati bantuan perahu tersebut. Kami hanya boleh menggunakan perahu tua yang tidak layak pakai, itupun sambil desak-desakan," katanya.
Hal senada dikatakan Dian. Pelajar salah satu sekolah kejuruan yang mengaku tidak pernah merasakan fasilitas transportasi tersebut, sehingga bersama 49 orang temannya yang menimba ilmu di Parepare, dan harus melintasi lautan karena sulitnya transportasi darat, harus menumpangi perahu tua.
"Kapasitas perahu lama yang kami gunakan memang untuk 50 orang, tapi sudah tua dan tidak layak pakai. Keselamatan kami terancam sewaktu-waktu karena ulah pengelola bantuan perahu yang seharusnya untuk pelajar tersebut," keluhnya.
Kepala bagian Humas Pemkab Pinrang Drs Zaenal Hafid menyayangkan sikap pengelola perahu bantuan tersebut yang mengeyampingkan kepentingan pelajar setempat tersebut, mengingat bantuan perahu dari pusat yang dimaksud memang diperuntukkan bagi pelajar Lero yang bersekolah di Kota Parepare melalui jalur laut.
"Sebenarnya tidak apa-apa dikomersilkan karena pengelola butuh dana untuk operasional. Tapi jika menyebabkan pelajar terbengkalai, sangat kami sayangkan. Ini akan kami sampaikan ke pihak terkait agar permasalah ini bisa menemukan titik temu sehingga tidak merugikan para pelajar," ucapnya. (T.PSO-098/F003)
Pelajar Lero mengaku, terpaksa menumpangi perahu tua yang tidak layak pakai. Salah seorang warga setempat yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, sejak perahu bantuan pemerintah pusat tersebut diserah terimakan Bupati Pinrang, H Andi Aslam Patonangi, SH, MSi kepada pengelola, hampir sepenuhnya digunakan untuk transportasi umum.
"Tiba-tiba pengurus dan pengelola perahu pelajar yang ditunjuk bupati tersebut diganti pihak lain. Kami tidak tahu alasannya. Sejak itu, perahu dialih fungsikan untuk kepentingan komersil," katanya saat ditemui di Pinrang, Selasa.
Secara terpisah, Ris, pelajar salah satu sekolah agama mengaku sejak adanya bantuan perahu tersebut, pelajar Lero tidak pernah sekalipun diberi kesempatan untuk ikut menumpang.
"Kami sama sekali tidak pernah menikmati bantuan perahu tersebut. Kami hanya boleh menggunakan perahu tua yang tidak layak pakai, itupun sambil desak-desakan," katanya.
Hal senada dikatakan Dian. Pelajar salah satu sekolah kejuruan yang mengaku tidak pernah merasakan fasilitas transportasi tersebut, sehingga bersama 49 orang temannya yang menimba ilmu di Parepare, dan harus melintasi lautan karena sulitnya transportasi darat, harus menumpangi perahu tua.
"Kapasitas perahu lama yang kami gunakan memang untuk 50 orang, tapi sudah tua dan tidak layak pakai. Keselamatan kami terancam sewaktu-waktu karena ulah pengelola bantuan perahu yang seharusnya untuk pelajar tersebut," keluhnya.
Kepala bagian Humas Pemkab Pinrang Drs Zaenal Hafid menyayangkan sikap pengelola perahu bantuan tersebut yang mengeyampingkan kepentingan pelajar setempat tersebut, mengingat bantuan perahu dari pusat yang dimaksud memang diperuntukkan bagi pelajar Lero yang bersekolah di Kota Parepare melalui jalur laut.
"Sebenarnya tidak apa-apa dikomersilkan karena pengelola butuh dana untuk operasional. Tapi jika menyebabkan pelajar terbengkalai, sangat kami sayangkan. Ini akan kami sampaikan ke pihak terkait agar permasalah ini bisa menemukan titik temu sehingga tidak merugikan para pelajar," ucapnya. (T.PSO-098/F003)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPJM Pelindo bantu alat tanggap darurat untuk desa wisata Rammang-Rammang Maros
18 February 2025 6:06 WIB, 2025
Gubernur Sulsel serahkan bantuan kapal kepada nelayan untuk pemulihan ekonomi
29 August 2023 6:07 WIB, 2023
Perahu nelayan padati Lanal Mamuju untuk ambil bantuan logistik terkait gempa
25 January 2021 21:45 WIB, 2021
Ruas Paleteang-Malimpung-arah Kabere Pinrang ke Enrekang mulai dirasakan warga
01 September 2026 9:48 WIB