Anggota KPID Sulsel Diminta Terbaik Nasional
Jumat, 24 September 2010 22:44 WIB
Makassar (ANTARA News) - Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Selatan yang diumumkan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah di Makassar, Jumat, diminta menjadi peringkat terbaik KPID se-Indonesia. Â
"Kita berharap KPID yang baru terpilih ini terbaik nasional. Minimal mampu mempertahankan yang ada sekarang yakni peringkat tiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata Ketua KPID Sulsel, Aswar Hasan.
Tujuh anggota KPID Sulsel terpilih yakni Andi Fadli, Amelia Tristiana, Andry Mardian, Rahma Saiyed, Rusdin Tompo, Sukardi Weda, dan Sumeizita Suarman, ditambah dua cadangan yakni Alem Febri Sonni dan Pipit Sukmawaty.
Menurut Aswar, kapasitas ketua akan sangat menentukan kinerja dan keberhasilan KPID, khususnya dalam mengontrol dan mengendalikan media massa lokal dalam menyajikan informasi yang sehat kepada masyarakat.
"Program yang sudah ada sekarang sudah bagus untuk dilanjutkan. Salah satu fungsi utama yang harus dilakukan adalah melakukan penguatan kontrol isi media," ujarnya.
Persolan yang mendesak untuk diselesaikan KPID, lanjutnya, adalah masalah TV kabel yang disinyalir ada sekitar 1000 operator yang tidak memiliki izin.
"Pekerjaan lain yang menunggu yakni, mencari solusi untuk memberdayakan radio-radio komunitas seperti radio kampus, radio LSM, sebab Undang Undang hanya membolehkan tiga chanel," ujarnya.
Aswar sendiri mengatakan, telah mendapat SK perpanjangan sebagai komisioner KPID sampai anggota yang baru sah setelah di lantik dan memiliki SK gubernur. (T.pso-099/S016)Â
"Kita berharap KPID yang baru terpilih ini terbaik nasional. Minimal mampu mempertahankan yang ada sekarang yakni peringkat tiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata Ketua KPID Sulsel, Aswar Hasan.
Tujuh anggota KPID Sulsel terpilih yakni Andi Fadli, Amelia Tristiana, Andry Mardian, Rahma Saiyed, Rusdin Tompo, Sukardi Weda, dan Sumeizita Suarman, ditambah dua cadangan yakni Alem Febri Sonni dan Pipit Sukmawaty.
Menurut Aswar, kapasitas ketua akan sangat menentukan kinerja dan keberhasilan KPID, khususnya dalam mengontrol dan mengendalikan media massa lokal dalam menyajikan informasi yang sehat kepada masyarakat.
"Program yang sudah ada sekarang sudah bagus untuk dilanjutkan. Salah satu fungsi utama yang harus dilakukan adalah melakukan penguatan kontrol isi media," ujarnya.
Persolan yang mendesak untuk diselesaikan KPID, lanjutnya, adalah masalah TV kabel yang disinyalir ada sekitar 1000 operator yang tidak memiliki izin.
"Pekerjaan lain yang menunggu yakni, mencari solusi untuk memberdayakan radio-radio komunitas seperti radio kampus, radio LSM, sebab Undang Undang hanya membolehkan tiga chanel," ujarnya.
Aswar sendiri mengatakan, telah mendapat SK perpanjangan sebagai komisioner KPID sampai anggota yang baru sah setelah di lantik dan memiliki SK gubernur. (T.pso-099/S016)Â
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan komisioner KIP Dr Aswar Hasan tutup usia di RS Primaya Makassar
14 August 2025 9:15 WIB, 2025
Diskominfo Sulsel: Keberadaan TV-radio sebagai perekat bangsa bebas berita hoax
22 September 2024 18:43 WIB, 2024
KJPP Sulsel mendesak DPRD seleksi ulang calon komisioner KPID dan KI
19 September 2024 16:57 WIB, 2024
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Bawaslu : 443 ASN terlapor terkait netralitas tahapan pemilu dan pilkada di Sulsel
01 September 2026 5:13 WIB
Ketahanan nasional di era disrupsi, HIMAPEM FISIP Unhas dorong kolaborasi lintas sektor
28 August 2026 8:52 WIB