Kurs rupiah akhir pekan diprediksi menguat terbatas
Jumat, 4 September 2020 11:44 WIB
Uang rupiah pecahan 75.000. (ANTARA)
Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan diprediksi menguat, namun terbatas.
Pada Jumat pukul 09.37 WIB, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston di Jakarta, Jumat, mengatakan penguatan dolar AS terlihat tertahan pagi ini. Dolar AS tertekan terhadap nilai tukar regional.
"Kemungkinan pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil data tenaga kerja AS non farm payrolls yang akan dirilis malam ini," ujarnya.
Data tersebut, lanjut Ariston, bisa menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan dolar AS. Data yang memburuk bisa mendorong pelemahan dolar AS ke depannya dan sebaliknya.
"Rupiah kemungkinan bisa coba menguat terhadap dolar AS hari ini, tapi kemungkinan penguatannya tidak banyak, karena dari dalam negeri sendiri ada faktor potensi perlambatan pemulihan ekonomi dan penyebaran virus corona yang masih meninggi," katanya.
Terkait wacana perpanjangan kebijakan berbagi beban atau burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia hingga 2022, Ariston memperkirakan hal itu masih akan menjadi perhatian pasar.
"Bisa jadi, isu itu belum ter-counter," ujarnya.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.680 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.
Pada Kamis (2/9/2020) lalu, rupiah ditutup melemah 33 poin atau 0,22 persen menjadi Rp14.778 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.745 per dolar AS.
Pada Jumat pukul 09.37 WIB, rupiah menguat 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.775 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.778 per dolar AS.
Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston di Jakarta, Jumat, mengatakan penguatan dolar AS terlihat tertahan pagi ini. Dolar AS tertekan terhadap nilai tukar regional.
"Kemungkinan pasar mengambil sikap wait and see menunggu hasil data tenaga kerja AS non farm payrolls yang akan dirilis malam ini," ujarnya.
Data tersebut, lanjut Ariston, bisa menentukan arah selanjutnya bagi pergerakan dolar AS. Data yang memburuk bisa mendorong pelemahan dolar AS ke depannya dan sebaliknya.
"Rupiah kemungkinan bisa coba menguat terhadap dolar AS hari ini, tapi kemungkinan penguatannya tidak banyak, karena dari dalam negeri sendiri ada faktor potensi perlambatan pemulihan ekonomi dan penyebaran virus corona yang masih meninggi," katanya.
Terkait wacana perpanjangan kebijakan berbagi beban atau burden sharing antara pemerintah dan Bank Indonesia hingga 2022, Ariston memperkirakan hal itu masih akan menjadi perhatian pasar.
"Bisa jadi, isu itu belum ter-counter," ujarnya.
Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.680 per dolar AS hingga Rp14.850 per dolar AS.
Pada Kamis (2/9/2020) lalu, rupiah ditutup melemah 33 poin atau 0,22 persen menjadi Rp14.778 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.745 per dolar AS.
Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BI salurkan Rp156 miliar untuk Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025 di kepulauan
21 October 2025 20:03 WIB
Prabowo ungkap temuan tanah jarang monasit bernilai ratusan triliun rupiah di Babel
07 October 2025 5:28 WIB
Kurs rupiah menguat seiring pernyatan "dovish" The Fed terkait pemangkasan suku bunga
11 August 2025 11:29 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB